CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ratusan siswa SMP, SMA, Lansia dan Jurnalis mengikuti pembukaan Pesantren Ramadan di Gedung Islamic Centre Ciamis Jawa Barat (Jabar), Jumat (27/2/2026).
Ketua pelaksana kegiatan Pesantren Ramadan, Wawan Supyan Arief menyebut, kegiatan ini merupakan program Pemkab dan MUI Ciamis.
BACA JUGA:
Gubernur Jabar Pastikan 250 KK Korban Banjir Ciamis Terima Bantuan
“Mulai hari ini, kami laksanakan pesantren ramadan. Lokasinya tersebar untuk masing-masing kelompok peserta,” katanya.
Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya menjelaskan, pesantren Ramadan merupakan salah satu ikhtiar kita bersama dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Selain itu, membangun karakter generasi muda yang berakhlakulkarimah.
“Ramadan bukan hanya bulan ibadah secara ritual. Namun juga bulan pendidikan, pembinaan dan bulan pembentukan kepribadian,” ungkap Bupati.
Pihaknya ingin menanamkan nilai-nilai keislaman yang moderat, toleran dan penuh kasih sayang. Sekaligus memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Saya apresiasi kegiatan ini. Karena tidak hanya melibatkan pelajar SMP dan SMA tetapi juga ada insan jurnalis serta para lansia,” tegas Herdiat.
“Bagi para pelajar manfaatkan momentum Ramadan ini untuk memperdalam ilmu agama, memperbaiki akhlak serta membangun kedisiplinan diri. Jadilah generasi yang cerdas secara intelektual, kuat secara spitual dan luhur secara Budi pekerti,” pesan Bupati.
Herdiat melanjutkan, untuk para pelajar boleh mengikuti teknologi canggih. Namun harus bisa memilih dan memilah jenis kontennya.
“Hati-hati saat menggunakan medsos dan jangan sampai terjerumus kepada hal-hal yang tidak baik,” pesannya.
BACA JUGA:
Ciamis Gagal Pertahankan Adipura Kencana 2025, Begini Alasan Menteri LH
Bupati Ciamis mengaku prihatin dengan adanya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) yang terang-terangan eksistensinya di tengah masyarakat.
Menurut Hediat, kondisi tersebut perlu pencegahan dari semua pihak. Termasuk para pelajar agar tidak tergoda dengan fenomena tersebut.
“Untuk para jurnalis di harapakan bisa menjaga kesejukan dan kondusivitas Kabupaten Ciamis melalui pemberitaan yang positif dan tidak hoaks,” pungkasnya.
(Husen Maharaja)


