BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan akan memberikan pendampingan kepada warga asal Kota Bandung yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Seperti di ketahui, sebanyak 13 perempuan asal Jawa Barat yang menjadi korban TPPO di NTT yaitu asal dari Kota Bandung, Cianjur, dan Indramayu. Berdasarkan data dari Kepolisian sebanyak 5 orang di antaranya asal Kota Bandung.
Saat ini, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menjemput langsung 13 korban TPPO di Maumere NTT. Kemudian setelah pulang nanti, korban asal Kota Bandung akan di beri pemdampingan oleh petugas DP3A.
Baca Juga: Dari Gotong Royong Warga, KTM Buruan Sae Bandung Jadi Model Pertanian Perkotaan Terpadu
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, penanganan korban merupakan tanggung jawab Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung. Ia memastikan Disnaker akan segera menindaklanjuti dan memberikan pendampingan yang di perlukan.
“Ini tugas dari Disnaker, maka langsung menjadi pekerjaan rumah. Nanti dari Pak Yayan (Kadisnaker) akan mencari informasi dan langsung menjemput Insya Allah,”kata Farhan di Balai Kota Bandung Senin (23/2/2026).
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat, Dedimulyadi yang telah membantu menyelamatkan warga Kota Bandung tersebut.
“Nuhun Pak Gubernur sudah menyelamatkan warga kami,” katanya.
Pemkot Bandung Langkah Antisipasi
Farhan menegaskan, bahwa Pemkot Bandung akan melakukan langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya dengan mendorong Dinas Ketenagakerjaan melakukan terobosan dan inovasi dalam penempatan tenaga kerja.
Menurutnya, penempatan kerja tidak boleh hanya berorientasi pada jumlah tenaga kerja yang terserap, tetapi juga harus memperhatikan kualitas, keamanan, dan kepastian perlindungan bagi pekerja.
Baca Juga: Kelola Sampah dari Hulu, Wali Kota Bandung Gandeng Hartono Soekwanto dan Irfan Hakim
“Ketika saya menyampaikan kepada Kadisnaker yang baru, harus melakukan terobosan inovatif dalam rangka penempatan kerja yang tidak hanya mengejar kuantitas, tapi juga kualitas,” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya inovasi dalam pelaksanaan job fair agar benar-benar memberikan peluang kerja yang aman dan kredibel bagi masyarakat.
“Job fair tidak hanya sekadar di gelar, tapi juga harus ada terobosan dan inovasinya. Ini bagian dari upaya kita mengantisipasi agar tidak ada lagi warga Bandung menjadi korban TPPO,”pungkasnya.
(Yusuf Mugni)


