BANDUNG, FOKUSJabar.id: Waktu sahur sering kali terasa singkat, namun perannya sangat penting dalam menunjang kelancaran puasa.
Asupan yang di konsumsi sebelum fajar menjadi sumber energi utama hingga azan magrib berkumandang. Karena itu, pemilihan makanan saat sahur perlu di perhatikan dengan cermat.
BACA JUGA:
Kulit Buah-buahan Ini Bermanfaat untuk Kesehatan
Ahli gizi menilai bahwa kualitas menu sahur jauh lebih menentukan di bandingkan sekadar porsinya.
Tubuh memerlukan kombinasi zat gizi yang mampu menjaga kestabilan energi dan mencegah rasa haus berlebihan.
Komposisi makanan yang seimbang membantu aktivitas tetap berjalan normal meski tanpa asupan selama berjam-jam.
Selain itu, pola makan yang kurang tepat saat sahur dapat memicu cepat lapar, lemas bahkan gangguan konsentrasi.
Oleh sebab itu, penting memilih jenis makanan yang mendukung pelepasan energi secara bertahap serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Berikut beberapa jenis makanan yang di sarankan untuk di konsumsi saat sahur:
- Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, roti gandum utuh, oatmeal, dan ubi. Jenis ini memberikan energi lebih stabil karena dicerna lebih lambat.
- Sumber protein, termasuk telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, serta susu. Protein membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama.
- Lemak sehat, misalnya alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun, yang berfungsi sebagai cadangan energi tambahan.
- Buah dan sayuran kaya serat, seperti apel, pisang, melon, semangka, dan sayuran hijau, untuk mendukung pencernaan sekaligus membantu hidrasi.
- Air putih dalam jumlah cukup, guna mencegah dehidrasi selama berpuasa.
- Bahan pangan lokal bergizi, seperti singkong atau kacang-kacangan, yang dapat menjadi alternatif sumber energi dan protein nabati.
Sebaliknya, konsumsi makanan tinggi garam, gorengan berlebihan, dan minuman berkafein sebaiknya di batasi karena dapat memicu rasa haus lebih cepat.
(Jingga Sonjaya)


