spot_img
Selasa 20 Januari 2026
spot_img

Kementerian Kesehatan: Super Flu Terkendali

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan menyatakan, situasi influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia masih terkendali.

Demikian disampaikan Direktur Penyakit Menular, Prima Yosephine.

Menurut Prima, secara nasional kasus super flu mengalami penurunan sejak awal 2026.

BACA JUGA:

Virus Super Flu Masuk Indonesia, Ini Kata Menteri Kesehatan

“Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara. Termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada M36,” kata Dia di kutip tempo.co, Selasa (20/1/2026).

“Kini, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun. Sehingga masyarakat tidak perlu panik,” Prima menambahkan.

Prima mengatakan, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 terdapat 74 kasus super flu dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa.

Kasus tersebut terdeteksi di 13 provinsi. Temuan terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Kementerian Kesehatan, mencatat puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan terus menurun sejak minggu ke-44.

Setelah itu, fenomena flu semacam ini berangsur turun dan tidak ada penambahan penemuan mulai minggu ke-52 atau akhir tahun lalu.

Dia menegaskan, kasus super flu merupakan penyakit influenza musiman yang telah beredar setiap tahun. Sebagian besar penyintas mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya.

“Sementara kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi. Seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

Prima menyampaikan, influenza jenis ini tidak memiliki risiko kematian. Menurut dia, laporan kematian pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar.

Pada kondisi risiko tinggi seperti ini, infeksi dari virus maupun bakteri dapat menjadi pencetus yang memperburuk komorbid yang sudah tidak stabil.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama. Namun dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil,” tutur Dia.

Kendati terdapat penurunan kasus, Kementerian Kesehatan akan terus menjalankan surveilans influenza di fasilitas kesehatan, rumah sakit dan pintu masuk negara.

Termasuk melakukan uji laboratorium dan analisis genom virus guna memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus.

Pihaknya mengimbau, masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker saat sakit.

Kementerian Kesehatan juga meminta masyarakat yang mengalami gejala flu berat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru