spot_imgspot_img
Selasa 12 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ke Bio Farma, Watannas Diskusikan Bahan Baku Obat

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) RI  Laksdya TNI Hutabarat akan menyampaikan hasil diskusi dengan Bio Farma ke pemerintah. Terlebih kaitannya dengan bahan baku obat-obatan di Indonesia.

Demikian disampaikan Sekjen Wantannas saat mengunjungi Bio Farma di Bandung, Kamis (8/8/2024). Adapun kunjungan Wantannas, kata dia, sebagai tindak lanjut pembahasan terkait ketahanan kesehatan nasional. Termasuk membahas permasalahan kesehatan.

“Persoalan yang dibahas harus diselesaikan bersama-sama. Maka kami merasa perlu mengagendakan pembahasan lanjutan dan lebih dalam. Terutama kaitannya dengan kesiapan industri farmasi milik Negara untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional,” kata Hutabarat.

BACA JUGA: Novo Nordisk dan Bio Farma Bermitra Melawan Diabetes di Indonesia

Hasil kunjungan ini, kata dia, akan menjadi masukan kepada pemerintah, termasuk persoalan regulasi maupun keterbatasan logistik penunjang terwujudnya ketahanan kesehatan nasional.

Termasuk juga yang berkaitan dengan persoalan-persoalan lainnya, seperti terkait vaksin, bahan baku obat maupun dukungan kesehatan yang berhubungan dengan masyarakat.

“Koordinasi dengan semua pihak harus dilakukan. Terlebih saat ini bahan baku obat-obatan masih mengandalkan import dari Cina dan India. Ini permasalahan kompleks dan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Penyelesaiannya harus komprehensif dan integral,” kata dia.

Regulasi

Adapun kaitanannya dengan regulasi, pihaknya akan mencoba mengkaji. Misalnya ada regulasi yang sudah baik, namun kurang aplikatif saat ini akan dikaji.

“Tapi itu semua dikembalikan ke pemerintah sebagai masukan. Tugas kami hanya mengkaji, lalu memberikan masukan kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden sebagai Ketua Dewan Ketahanan Nasional RI,” kata dia.

Pihaknya akan mengundang semua pihak terkait untuk mendiskusikan persoalan yang berkaitan dengan ketahanan kesehatan nasional. Sehingga akan didapatkan solusi terbaik

Termasuk teknis menekan impor obat-obatan, pihaknya akan mengomparasinya dengan instansi lain.

“Ke depan kita akan membuat kegiatan seminar yang lebih komprehensif dan melibatkan stakeholder,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Medis & Hubungan Kelembagaan Bio Farma, Sri Harsi Teteki mengatakan, sebagai BUMN Farmasi, Bio Farma mendapatkan amanah dari pemerintah untuk mencukupi obat-obatan.

“Kita dapat amanah mencukupi obat-obatan yang ada di Indonesia, khususnya yang esensial dan lebih khusus untuk vaksin,” kata Sri.

Saat ini, kata dia, bahan baku obat yang beredar di Indonesia sebagian besar masih diimpor dari Cina dan India.

Kendati begitu, dari 1o jenis obat-obatan yang diproduksi, enam nya sudah diproduksi Kimia Farma.

Terkait regulasi, Sri mengatakan bahwa melalui diskusi bersama Wantannas RI pihaknya b erharap akan ada solusi bersama.

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru