spot_imgspot_img
Selasa 12 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Disbudpora Ciamis Siapkan Wakil Terbaik untuk Pemuda Pelopor Tingkat Jabar

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Ciamis menggelar tahapan seleksi Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2026, Senin-Selasa, 11-12 Mei 2026 di Perpustakaan Disbudpora Ciamis dan Stadion Atletik Prabu Linggabuana.

Sebanyak 16 peserta mengikuti tahapan wawancara setelah satu pendaftar gugur pada seleksi administrasi karena melebihi batas usia ketentuan, yakni 16 hingga 30 tahun.

Para peserta bersaing di lima bidang, yakni seni dan budaya, pendidikan, sumber daya alam lingkungan dan pariwisata, pangan, serta teknologi.

Baca Juga: Jelang Iduladha 2026, Disnakkan Ciamis Periksa Kesehatan Hewan Kurban di 27 Kecamatan

Sekretaris Disbudpora Ciamis, Hendri Ridwansyah menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan sejumlah tahapan sebelum proses seleksi wawancara berlangsung.

“Untuk kegiatan seleksi Pemuda Pelopor tahun 2026 ini kami dari Disbudpora sudah melaksanakan beberapa tahapan. Yang pertama tahapan administrasi,” ujarnya.

Dari hasil penjaringan tersebut, terdapat 17 pendaftar yang mengikuti proses seleksi administrasi. Namun satu peserta di nyatakan gugur karena melebihi batas usia yang di tentukan.

“Di seleksi administrasi ternyata ada satu orang yang gugur karena usianya sudah melebihi 30 tahun. Sesuai ketentuan, kategori pemuda itu berada pada rentang usia 16 sampai 30 tahun,” jelas Hendri.

Dengan demikian, tersisa 16 peserta yang mengikuti tahapan wawancara. Sebanyak empat peserta dari bidang seni budaya menjalani seleksi pada 11 Mei 2026, sedangkan 12 peserta lainnya mengikuti sesi wawancara pada 12 Mei 2026 di Stadion Atletik Prabu Linggabuana.

Juri yang Kompeten

Hendri menegaskan, seleksi di lakukan secara objektif dengan melibatkan juri-juri yang kompeten di bidang masing-masing.

“Kami mencari sosok-sosok inovatif dan pelopor yang memang sudah menjalankan kegiatannya sejak tahun sebelumnya. Mereka terbagi dalam lima bidang, mulai dari seni budaya, lingkungan, pendidikan, pangan hingga teknologi informasi,” katanya.

Ia berharap, proses seleksi tersebut mampu menghasilkan pemuda pelopor berkualitas yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Ciamis di tingkat Provinsi Jawa Barat hingga nasional.

“Sudah beberapa tahun terakhir Kabupaten Ciamis selalu mengirimkan perwakilan ke tingkat provinsi maupun nasional. Alhamdulillah trennya positif dan Ciamis juga sering meraih prestasi di Jawa Barat,” tambahnya.

Menurut Hendri, salah satu aspek penting dalam penilaian adalah originalitas gagasan yang di miliki peserta. Hal tersebut akan terlihat dalam sesi wawancara bersama tim juri.

“Salah satu kriteria penilaian adalah originalitas. Itu akan terlihat saat wawancara, apakah ide yang di bawa benar-benar original atau tidak. Sehingga tim juri dapat memberikan penilaian secara objektif,” ungkapnya.

Fokus Pengembangan Angklung

Sementara itu, salah satu peserta asal Kecamatan Cijeungjing, Eris Nugraha mengikuti seleksi di bidang pendidikan dengan fokus pengembangan angklung dan musik bambu.

Eris mengaku termotivasi mengikuti ajang tersebut untuk membangun relasi dengan pemerintah daerah sekaligus memperluas portofolio kegiatannya di bidang seni budaya.

Baca Juga: ASN Boleh Mengelola Dapur MBG? Ini Penjelasan BKPSDM Ciamis

“Saya membawa angklung ke peloporan ini karena di Ciamis belum ada pembelajaran angklung yang menyeluruh. Saya juga sudah melakukan riset,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengalaman mempelajari angklung selama sepuluh tahun di Bandung ingin di terapkannya di Kabupaten Ciamis agar dapat berkembang di sekolah-sekolah maupun komunitas masyarakat.

“Saya ingin membawa angklung yang sudah saya pelajari selama sepuluh tahun di Bandung ke Ciamis agar bisa di kembangkan di sekolah-sekolah, komunitas dan lainnya,” pungkasnya.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru