BANJAR, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melaksanakan shalat Iduladha di Masjid Al Hikmah, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Rabu (27/5/2026).
Usai shalat, Dedi menyampaikan pesan mendalam tentang makna pengorbanan, khususnya bagi pemerintah.
“Shalat Idul Adha untuk mengingatkan, ngaji tentang semangat pengorbanan,” ujar Dedi di hadapan warga Mekarharja.
Baca Juga: Polres Banjar Siapkan Pengamanan Besar untuk Skema Konvoi Juara Persib
Ia menekankan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang bersedia berkorban demi Allah SWT sebagai teladan utama.
Dedi mengutip ayat yang dibacakan khotib, “Inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil ‘alamin”, yang berarti seluruh ibadah, hidup, dan mati semata-mata karena Allah SWT.
Menurutnya, makna kurban bisa dilihat dari dua sisi, spiritualitas dan pemerintahan.
“Kalau pemerintah belajar kurbannya seperti apa? Membagikan daging? Bukan, enggak bakalan cukup membagi daging untuk satu provinsi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, semangat berkurban bagi pemerintah adalah mengorbankan ego pemimpin, terutama kebiasaan menggunakan dana APBD untuk kepentingan pribadi.
Baca Juga: PN Banjar Dorong Warga Melek Hukum
Dedi mencontohkan sikapnya selama menjabat gubernur. Ia menolak fasilitas mobil dinas, perjalanan dinas, baju dinas, hingga biaya makan minum yang nilainya miliaran rupiah.
“Saya tidak mau, sebab jalan di Mekarharja masih bolong-bolong,” katanya.
Sehari sebelumnya, Dedi juga memberi sedekah daging sapi kepada warga Mekarharja sebagai wujud nyata kepedulian.
Pesan pengorbanan yang ia sampaikan di Iduladha ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati adalah keberanian untuk menanggalkan kepentingan pribadi demi kesejahteraan rakyat.
(Budiana Martin)



