spot_imgspot_img
Senin 11 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jelang Iduladha 2026, Disnakkan Ciamis Periksa Kesehatan Hewan Kurban di 27 Kecamatan

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Ciamis mengimbau para bandar dan peternak hewan kurban agar tidak sekadar mengejar keuntungan materi. Pemerintah daerah meminta pelaku usaha ikut bertanggung jawab dalam mengedukasi panitia kurban agar memilih hewan yang sehat, cukup umur, dan tidak cacat sesuai syariat Islam.

Kepala Disnakkan Ciamis melalui Kabid Kesmavet, drh. Asri Kurnia, menyampaikan imbauan tersebut saat memimpin pemeriksaan kesehatan hewan di kandang Sriwijaya Farm, Desa Cisadap, Senin (11/5/2026). Ia menegaskan bahwa peran peternak sangat krusial dalam menjamin kelayakan hewan yang akan masyarakat kurbankan.

Baca Juga: Bawaslu Teken MoU dengan KOPRI PMII PC Ciamis, Dorong Perempuan Muda Jadi Penjaga Demokrasi

“Peternak harus mendorong panitia kurban membeli hewan yang benar-benar layak. Semua harus memenuhi kriteria sehat dan cukup umur sebagaimana aturan Permentan maupun fatwa MUI,” tegas Asri.

Hasil Pemeriksaan di Lapangan

Dalam inspeksi di Sriwijaya Farm, petugas memeriksa secara detail kondisi fisik sapi yang ada. Dari pemeriksaan awal, tim menyatakan tiga ekor sapi sehat dan layak kurban, sementara dua ekor lainnya belum cukup umur sehingga pemilik tidak menjualnya tahun ini.

Hingga saat ini, kandang tersebut menampung total 40 ekor sapi. Sebanyak 33 ekor di antaranya sudah laku terjual, sedangkan tujuh ekor sisanya masih menunggu masa pertumbuhan karena belum memenuhi syarat usia minimal untuk kurban.

Pengawasan Ketat di 27 Kecamatan

Guna mengamankan perayaan Iduladha 2026, Disnakkan Ciamis menerjunkan lima tim pemeriksa yang menyisir 27 kecamatan. Pemeriksaan berlangsung sejak 5 Mei hingga 26 Mei 2026. Petugas memastikan hanya hewan yang benar-benar sehat yang akan mendapatkan surat keterangan layak kurban.

“Kami tidak akan menerbitkan surat keterangan sehat jika menemukan hewan sakit atau belum cukup umur,” jelas Asri.

Kondisi PMK Terkendali

Terkait ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Asri memastikan kondisi di Kabupaten Ciamis masih dalam batas aman dan terkendali. Keberhasilan ini merupakan dampak dari program vaksinasi masif yang berjalan sejak awal tahun.

Meskipun terdapat laporan mengenai dua ekor hewan yang terindikasi PMK dalam pekan ini, tim medis lapangan telah menangani kasus tersebut dengan cepat. Pihaknya menjamin ketersediaan stok hewan kurban bagi masyarakat Ciamis tetap mencukupi di tengah dinamika permintaan pasar yang fluktuatif.

(Mia)

spot_img

Berita Terbaru