spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Satpol PP Kota Bandung Kecolongan Kasus Kekerasan Tukang Tato di Asia-Afrika

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung akui kecolongan atas peristiwa pemukulan yang diduga dilakukan oleh oknum pembuat tato kepada konsumen di kawasan wisata Asia Afrika. Pihaknya akan segera mendirikan pos pengawasan di sekitar kawasan wisata tersebut.

“Kita juga coba. Kan sekarang baik posisinya baik kita floating maupun infanteri. Sekarang mungkin pada saat infanteri itu, mungkin kecolongan pas ada kejadian itu. Karena kita tidak prediksi karena jumlah ribuan,” kata Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi pada saat dihubungi Rabu (5/1/2022).

Menurutnya, Satpol PP Kota Bandung berencana akan membuat pos pengawasan di area kawasan wisata Asia Afrika Kota Bandung. Langkah tersebut dilakukan untuk bisa memantau pergerakan wisatawan.

“Saya mau ada rencana ada pos disitu, di pas daerah Asia Afrika mau belok menuju ke daerah Palaguna, bisa lihat ke Selatan, BRI Gedung Merdeka, sebelum digelar akan ditertibkan. Memang setiap ada itu sebelum digelar dibubarkan oleh kita antisipasi seperti itu,” ucapnya.

BACA JUGA: Tarif Parkir Kota Bandung, Ini Harga dan Lokasinya

Rasdian mengungkapkan, selama ini banyak penjual jasa di kawasan Asia Afrika yang kucing-kucingan saat petugas tengah melakukan patroli. Bahkan mereka sering menyamar sebagai wisatawan untuk mengelabui petugas.

“Iya kalau dia lihat petugas Satpol PP sudah bergerak siap gelar. Pas petugas datang, dia pura-pura seperti pengunjung. Kita juga selalu mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati,” kata dia.

Selain itu, Satpol PP berhasil mengamankan pencopet pada Selasa 4 Januari 2022 yang tengah mencuri barang-barang milik jamaah. Pelaku sudah diamankan dan diserahkan kepada aparat kepolisian.

BACA JUGA: Perusahaan Robot Ini Berani Bayar Rp2,8 M untuk Hak Wajah, Berminat?

“Kadang kita ingatkan lewat pengeras suara supaya cerdik dan pandai, karena sudah sering kejadian. Sudah kita umumkan seperti itu. Tapi mungkin masyarakat kayanya baru,” katanya.

(Yusuf Mugni)

spot_img

Berita Terbaru