BANDUNG,FOKUSJabar.id: Akibat pandemi Covid-19, pembangunan rumah deret Tamansari, Kota Bandung, dipastikan molor. Pembangunan sebelumnya ditarget selesai pada akhir Desember 2020 mendatang.
“Anggaran untuk pembangunan rumah deret tahun 2020 sebesar Rp34 milyar dipotong menjadi Rp10 milyar. Anggaran pembangunan direalokasi untuk penanganan pandemi Covid-19,” ujar Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertanahan (DPKP3) Kota Bandung, Nunun Yanuati di Balai Kota, Jalan Wastukencana Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (7/7/2020).
Nunun mengatakan, pengukuran lahan pun baru dimulai karena tertahan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ke depan, progres pembangunan diharapkan bisa berjalan dengan lancar.
“Progresnya mulai persiapan perencanaan pembangunan, mengukur ulang dan mengecek daya dukung tanah,” tambahnya.
BACA JUGA: Disbudpar: Pengelola Tempat Hiburan Sudah Terapkan Protokol Kesehatan
Untuk perizinan, Nunun mengaku tinggal menunggu izin mendirikan bangunan (IMB) dan diharapkan rampung dalam dua pekan ke depan. Dengan anggaran Rp10 milyar, pembangunan akan dimulai dengan membangun masjid dan pondasi.
“Kemungkinan sampai 2021 (pembangunannya),” tegasnya.
Sementara anggaran yang sudah terserap untuk pembangunan rumah deret sebesar Rp23 milyar. Sedangkan anggaran sebesar Rp10 milyar, akan digunakan untuk tahun ini.
Lebih lanjut Nunun mengatakan, pihaknya akan mengajukan sisa anggaran sebesar Rp30 milyar pada tahun anggaran 2021 untuk menyelesaikan pembangunan rumah deret. Diketahui, total anggaran untuk pembangunan rumah deret mencapai Rp60 milyar lebih.
Kendala lain yang dihadapi, diakui Nunun yakni masih ada sekitar 5 kepala keluarga yang menolak pembangunan rumah deret dan bertahan di sekitar area pembangunan. Namun, pihaknya memastikan akan mengikuti jalur hukum jika para warga tersebut mengajukan gugatan.
“Masih ada penolakan 5 kepala keluarga, 3 kepala keluarga berdiam diri di masjid dan 2 diluar area pembangunan,” terangnya.
Pihaknya memastikan, di lapangan situasi dan kondisi masih kondusif serta tidak terjadi bentrokan.
“Saat ini masih kondusif, di lapangan tidak ada bentrokan. Kami melaksanakan pengukuran, tidak ada masalah apa-apa, masih kondusif,” pungkasnya.
(Yusuf Mugni/ars)


