spot_imgspot_img
Rabu 13 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Perhumas Kota Bandung Kampanyekan City Branding dan Program Kang Pisman

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Perhimpunan Perhubungan Masyarakat (Perhumas) menggelar acara “Leader’s Forum” yang bertajuk Echancing City Branding Through Sustainability Program. Forum diskusi interaktif tersebut mengupas tren kontemporer terkait konsep city branding serta pembangunan berkelanjutan yang menjadi tren global.

“Pada kesempatan ini Perhumas menyoroti city branding dan isu lingkungan di kota Bandung secara khusus. Perhumas mencoba mengkampanyekan Indonesia berbicara baik, potensi apa saja yang menimbulkan informasi negatif, menghalau berita bohong atau hoaks, meningkatkan kesadaran lingkungan,” kata Ketua Perhumas Badan Perwakilan Kota Bandung M. Titik Nurlaila Arief di Balaikota Bandung, Rabu (20/11/2019).

Dari isu lingkungan, Perhumas menyoroti permasalah pengelolaan sampah plastik yang masih banyak dievaluasi. Dirinya mencontohkan program Kang Pisman yang dicanangkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang sejauh ini telah menjadi City Branding.

“Program Kang Pisman, berdasarkan Campaign City Branding, syaratnya nama harus mudah diingat dan mudah dijual. Sekarang Kang Pisman itu namanya mudah diingat dan hanya perlu disosialisasikan secara masif,” paparnya.

Dalam praktek di lapangan, lanjutnya, Kang Pisman masuk dalam korperasi dan komunitas lebih lanjut sudah tersedia di tingkat akhir seperti di RT dan RW. Artinya, harus ada evaluasi dari sisi pengelolaan sehingga masyarakat umum merasakan ada pengurangan sampah sampai menjadi zero waste.

“Evaluasinya lebih pada penerapan ril yang dirasakan masyarakat itu harus betul-betul nol sampah di kawasannya. Disini (dalam forum) juga menampilkan bagaimana mereka mengelola sampah dan limbah keluarga agar menjadi zero waste,” jelasnya.

Dengan kata lain, pengelolaan harus maksimal sehingga tidak ada sampah ataupun limbah rumah yang tersisa dan dikelola kembali menjadi bio gas. Saat ini sudah banyak diterapkan oleh perusahaan dan pendidikan tinggi seperti di Biofarma, PT LEN Industri.

Selain isu lingkungan, Perhumas juga ingin mempraktekkan city branding di kota Bandung berdasarkan konsep akademisi yakni smart dan inteligency. Artinya untuk city branding sendiri adanya land mark seperti di depan perkantoran, serta jalan raya yang harus ada lokasi foto lebih instagramnable.

“Salah satu praktek city branding itu tata kota yang mendukung beberapa acara terkait reputasi gerakan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Perhumas pun sering mengadakan jalan sehat bekerjasama dengan Humas Pemkot dan Jabar,” terangnya.

Agar Kang Pisman menjadi program sustainable, pihaknya menyarankan harus ada bantuan dana penelitian bagi akademisi atau peneliti untuk mencari tahu apa yang menjadi keunggulan dan dampak positif Kang Pisman bagi para masyarakat. Apakah sudah mencapai zero waste atau belum.

Terkait keberlanjutan isu lingkungan, Perhumas akan menyelenggarakan Konvensi Nasional Humas di Yogjakarta mendatang pada tangga 16-17 Desember 2019, mengangkat tema “Kearifan Lokal dan Solusi Global”.

(Yusuf Mugni/ars)

spot_img

Berita Terbaru