BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sebanyak 45 atlet Sambo dari empat negara, mengikuti gelaran kejuaraan Sambo se-Asia Tenggara ‘2nd South East Asia Sambo Championship 2019’ yang di gelar di Royal Palm Ballroom, Aston Tropicana Hotel, Jalan Cihampelas Kota Bandung, Sabtu (22/6/2019).
Keempat negara yang memastikan ikut serta yakni Philipina, Singapura, Malaysia dan tuan rumah Indonesia.
” Sebelumnya, enam negara yang memastikan ikut termasuk Indonesia. Namun dua negara yakni Thailand dan Vietnam, gagal ikut serta karena kendala teknis di negaranya. Thailand dan Vietnam sendiri sudah mendaftarkan atletnya untuk ikut serta,” ujar Ketua Pelaksana, Arnold Silalahi saat di temui di sela-sela kejuaraan, Sabtu (22/6/2019).
Arnold menuturkan, di gelarnya kejuaraan sambo tingkat Asia Tenggara sebagai salah satu upaya mensosialisasikan olahraga asal Rusia. Baik di Indonesia maupun di negara-negara Asia Tenggara, di mana olahraga Sambo sudah mulai berkembang.
” Untuk kejuaraan kali ini, di pertandingkan sebanyak 10 nomor yang terdiri dari 6 nomor di kelas combat sambo dan di 4 nokor di kelas sport sambo. Selain dua kelas tersebut, kita pun pertandingkan nomor eksebisi sebanyak 4 kelas cadet sambo atau sambo U-15 sebagai ajang sosialisasi dan regenerasi,” tegas Arnold yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PP Persambi.
Ketua PP Persambi, Kresna Bayu mengaku cukup yakin dengan potensi olahraga sambo ke depan. Bahkan dirinya optimis jika Sambo akan lebih menggeliat dan populer di bandingkan cabang olahraga beladiri lainnya.
” Yakin karena olahraga sambo ini olahraga beladiri yang komplit. Ada bantingan, kincian, pukulan, hingga tendangan. Kalau di ibaratkan, seperti MMA tapi masih amatir,” ujar Bayu.
Bayu menambahkan, saat ini banyak para petarung profesional di MMA atau tarung bebas tanpa punya pengalaman bertanding di amatir.
Dengan adanya olahraga sambo, memberikan kesempatan belaga di amatir bagi atlet yang akan terjun ke olahraga beladiri profesional seperti MMA.
” Karena itu, saya yakin jika nanti Sambo akan di pertandingkan di seluruh gelaran Porda di Indonesia. Apalagi kita sudah resmi di lantik pada 22 Mei lalu dan sudah kita ajukan Sambo sebagai olahraga eksebisi di PON 2020. Dengan demikian, di PON 2024, sambo jadi cabang olahraga resmi,” tegasnya.
(ageng/bam’s)



