spot_imgspot_img
Rabu 1 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ribuan Penari dari 10 Negara Akan Goyang BIAF 2018

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sebanyak 2.500 penari akan memeriahkan Bandung International Art Festival (BIAF) 2018 yang digelar Jumat-Minggu (27-29/7/2018) mendatang. Para penari tersebut berasal dari 10 negara. Yakni, Jerman, Belanda, Italia, Maroko, Malaysia, Maroko, Jepang, Rusia, Australia dan tuan rumah Indonesia.

Kepala Seksi Pengembangan Produk Budaya dan Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Titin Kuswiatin mengatakan, penari dari 10 negara tersebut sudah menyatakan siap berpartisipasi pada kegiatan BIAF 2018.

Sedangkan penari dari Indonesia yang akan memeriahkan BIAF 2018, yakni dari Kota Bandung, Samarinda, Bogor, Kabupaten Bandung, Kota Makassar, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.

“Dibanding tahun lalu, jumlah penarinya semakin bertambah. Kalau pada tahun lalu, jumlah penari mencapai sekitar 1.700 orang,” ujar Titin saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (19/7/2018).

Titin menambahkan, BIAF tahun ini mengusung tema ‘Seni Alam Doa’ karena untuk tahun 2018 semua konsep kesenian yang digelar berkaitan dengan kondisi lingkungan alam sekitar.

BIAF 2018 sendiri, akan digelar di beberapa tempat di Kota Bandung. Untuk kegiatan pembukaan di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan Bandung (YPK) di Jalan Naripan pada tanggal 27 Juli, lalu pindah ke Cikapundung Riverspot di Jalan Ir. Soekarno pada tanggal 28 Juli, Terakhir, di Car Free Day (CFD) Dago serta Batu Templek Cimenyan pada 29 Juli.

“Jadi untuk pelaksanaan tahun ini, kita tidak menggunakan panggung megah dan mewah. Hampir semua kegiatan bernuansa alam,” tambahnya.

Untuk kegiatan di CFD Dago, para penari akan menari bersama dengan tarian Sunda Jaipongan dan iiringi lagu Daun Pulus Keser Bojong ciptaan Gugum Gumbira. Dengan festival ini, pihaknya berharap bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bandung.

“Kita targetkan sekitar 3.000 wisatawan hadir pada festival ini,” tegasnya.

BIAF merupakan festival yang mempunyai spirit seni untuk merangkul lebih banyak kalangan dan seniman dari berbagai latar belakang seni. Kegiatan pun lebih menarik bagi para seniman karena memiliki tempat yang sangat spesifik dan bersanding dengan kearifan lokal.

(ageng/bam’s)

spot_img

Berita Terbaru