BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membenahi sistem operasional angkutan kota (angkot). Pihaknya berencana mengganti skema setoran harian menjadi sistem penggajian resmi bagi para pengemudi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai sistem setoran memicu sopir saling ugal-ugalan mengejar penumpang. Pihaknya meyakini skema gaji bulanan mampu menciptakan layanan angkot yang lebih tertib dan aman.
Baca Juga: Warga Khawatir Bising, Pemkot Bandung Batalkan Skatepark di Taman Teuku Umar
Pemkot Bandung menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk menguji coba integrasi armada angkot ini.
“Bisnis model yang ideal adalah sopir angkotnya tidak mengejar setoran. Sopir angkotnya harus kita gaji,” ujar Farhan, Jumat (6/11/2026).
Pemkot Bandung Targetkan Sistem Angkot Terhubung Layanan Google Maps
Farhan menyiapkan angkot sebagai transportasi pengumpan (feeder) bagi pengoperasian layanan Bus Rapid Transit (BRT). Pihaknya juga menghadirkan angkot sebagai moda transportasi aman bagi pelajar sekolah.
Pemkot Bandung mengupayakan integrasi data operasional angkot dengan aplikasi Google Maps. Pihaknya meminta para sopir mengaktifkan aplikasi khusus agar penumpang bisa memantau posisi kendaraan secara real-time.
Farhan berkomitmen menjamin keamanan angkot bagi anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas.
“Kalau bisnis modelnya benar, semua aplikasi ini akan terhubung dengan Google,” kata Farhan.
(Yusuf Mugni)




