spot_imgspot_img
Jumat 6 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ekonomi Kreatif Serap 27,4 Juta Pekerja, Potensi Lokal Majalengka Didorong Naik Kelas

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Kementerian Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Disparbud Majalengka menggelar program Xcelerator di Jatiwangi Art Factory (JAF). Kegiatan ini berlangsung di Desa Jatisura, Kecamatan Jatiwangi, Jumat (6/11/2026).

Pemerintah mengusung tema Ekonomi Kreatif sebagai Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Desa untuk memperkuat pelaku usaha lokal. Sektor ekonomi kreatif nasional terbukti mampu menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 lalu.

Baca Juga: Pendidikan Anak Tak Bisa Instan, Sekolah Jangan Hanya Kejar Piala

Perwakilan Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf Rinda Medianti menilai angka tersebut membuktikan peran vital ekonomi kreatif. Pihaknya berupaya meningkatkan kemampuan digital para pelaku subsektor media audio dan visual.

“Angka ini memperlihatkan bahwa ekonomi kreatif bukan sekedar sektor pelengkap,” kata Rinda.

Optimalisasi Potensi Budaya dan Industri Lokal

Rinda mendorong pelaku kreatif mengemas potensi lokal seperti industri genteng, kemudian juga seni pertunjukan, dan Tenun Gadod. Selanjutnya pihaknya meyakini promosi berbasis konten digital mampu mengangkat reputasi Kabupaten Majalengka.

Kepala Disparbud Majalengka Rachmat Kartono menyebut penataan ekonomi kreatif harus bertumpu pada potensi asli masyarakat. Pihaknya memuji konsistensi JAF yang sukses berkiprah selama 21 tahun hingga tingkat internasional.

Rachmat juga mengapresiasi program gentengisasi dari pemerintah pusat yang membangkitkan kembali industri genteng lokal. Terlebih pihaknya kini memperjuangkan pengakuan warisan budaya takbenda untuk produk kecap dan tradisi Sampyong.

“Hari ini industri genteng di Kabupaten Majalengka bergeliat kembali,” ujar Rachmat.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru