PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: PT Pupuk Indonesia mengevaluasi penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2026 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Pihaknya menggelar sosialisasi ini bersama Anggota Komisi VI DPR RI Ida Nur Laila dan para kelompok tani.
Manager Penjualan Jawa Barat 3 PT Pupuk Indonesia Teuku Reza Pratama memastikan distribusi pupuk berjalan lancar. Pihaknya mengawal penyaluran pupuk agar tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat lokasi bagi seluruh petani.
Baca Juga: Polres Pangandaran Gandeng Jibom Gegana Amankan Diduga Mortir
Sebanyak empat Pelaku Usaha Industri (PUD) dan 39 Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) menyalurkan pupuk di Pangandaran.
“Untuk pendistribusian selama tahun 2026 ini tidak ada kendala yang berarti,” kata Reza, Jumat (6/11/2026).
Pupuk Indonesia dan Pemerintah Daerah Antisipasi Dampak Banjir Lahan Pertanian
Kegiatan evaluasi tersebut turut menyoroti ancaman banjir yang sering merendam kawasan pertanian warga. Hujan berintensitas tinggi memaksa para petani melakukan pemupukan ulang akibat genangan air sweeping area sawah.
Reza menyebut kendala banjir memerlukan solusi mitigasi yang kuat agar produktivitas budidaya tanaman tidak terganggu. Pihaknya menyambut baik langkah Pemkab Pangandaran yang kini menyiapkan peralatan mitigasi banjir di kawasan rawan.
Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga ketersediaan stok pupuk demi mendukung keberlanjutan usaha tani di wilayah Pangandaran.
“Setelah pemupukan pertama lalu terjadi banjir, petani harus melakukan pemupukan berulang,” ujar Reza.
(Sajidin)




