spot_imgspot_img
Jumat 6 November 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Anak Makin Jauh dari Alam, SATAQU Majalengka Soroti Ancaman Nature Deficit Disorder

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Kepala Sekolah Alam Semesta Al-Quran (SATAQU) Ustadz Ica Ikhwanudin menyoroti fenomena nature deficit disorder. Pihaknya menilai keterasingan anak dari lingkungan alam mengganggu konsentrasi dan daya tahan tubuh.

Ica menyampaikan pandangannya saat mengisi kegiatan tahunan Festival SATAQU, Jumat (6/11/2026). Pihaknya melihat sekitar 90 persen aktivitas harian anak zaman sekarang berlangsung di ruang tertutup.

Baca Juga: Vandalisme MCC Majalengka Terungkap, Ini Motif Pelaku

Kondisi tersebut membuat anak-anak jarang menginjak tanah, memanjat pohon, maupun mengeksplorasi lingkungan terbuka. Pihaknya mengingatkan bahaya perubahan kebiasaan bermain modern ini bagi tumbuh kembang pemuda.

“Yang disebut dengan nature deficit disorder itu adalah kelekatan anak hari ini dengan alam itu kurang,” kata Ica.

Pola Pengasuhan Protektif Berpotensi Mengikis Keberanian Anak

Ica mengamati penurunan kualitas daya fokus anak secara signifikan selama 11 tahun mengajar. Pihaknya menyalahkan pola pengasuhan terlalu protektif yang sering melarang anak bermain kotor di luar rumah.

Orang tua dan guru wajib memberi kepercayaan agar anak belajar mengatasi risiko kecelakaan kecil saat mengeksplorasi alam. Pihaknya menilai larangan berlebihan justru merusak mental serta keberanian beraktivitas sang anak.

SATAQU menerapkan pembelajaran luar kelas seperti menjelajah sawah, sungai, hingga menanam pohon. Pihaknya meyakini interaksi langsung dengan alam memberikan pengalaman belajar nyata ketimbang sekadar membaca teori buku.

“Yang berbahaya itu adalah patah keberanian. Ketika sudah patah keberanian, sudah enggak ada harapan lagi,” tegas Ica.

(Jilly Ortega)

spot_img

Berita Terbaru