PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Pemandangan tak biasa mewarnai gelaran Operasi Patuh Lodaya 2026 di kawasan Patung Ikan Marlin, Pangandaran. Petugas kepolisian menggelar razia dengan iringan musik tradisional, Senin (2/11/2026) sore.
Seorang pemulung bernama Deden (63) mendadak mencuri perhatian warga dan pengendara. Deden mendorong gerobak tua berisi plastik dan kaleng bekas mendekati lokasi kegiatan.
Baca Juga: BPBD Pangandaran Minta Warga Waspada Banjir dan Longsor
Deden memilih duduk santai di trotoar menikmati alunan musik dan aksi joget para petugas. Hiburan gratis ini menyegarkan pikiran Deden usai seharian mengumpulkan sampah.
Deden melakoni profesi memulung sampah dan barang bekas sejak 2014 lalu. Ia berkeliling mengambil rongsokan dari toko-toko pelanggan di sekitar Pangandaran.
“Ya, dari toko-toko yang sudah jadi pelanggan. Cari rongsoknya,” kata Deden saat ditemui di sela kegiatan Operasi Patuh Lodaya.
Perjuangan Ekonomi dan Bank Sampah Independen
Deden menjual botol plastik seharga Rp2.000 per kilogram kepada pengepul. Pendapatan harian Deden berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per hari. Penghasilan Deden terkadang menembus angka Rp100.000 saat hasil tangkapan melimpah.
“Ya, paling minimal Rp30.000 sampai Rp50.000. Kalau lagi ramai, bisa sampai Rp100.000 lebih,” tuturnya.
Selain mencari nafkah, Deden rutin membersihkan sampah kawasan pantai setiap akhir pekan. Deden menyematkan nama Bank Sampah Independen pada kegiatan pembersihan lingkungan tersebut.
“Bank sampah independen. Sendirian, tidak gabung. Yang penting tujuannya sama, untuk membersihkan lingkungan,” ujarnya.
Deden kini tinggal bersama sang anak, sementara istrinya bekerja di Jakarta. Terlebih pada usia 63 tahun, Deden terus konsisten menjaga kebersihan lingkungan lewat gerobak sederhananya.
(Sajidin)



