TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar), Elvira Kamarrow Putri mendorong masyarakat, khususnya generasi muda untuk menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap produk-produk kerajinan lokal daerah.
Menurut Elvira, salah satu kerajinan lokal daerah yang wajib di banggakan adalah Payung Geulis.
BACA JUGA:
Setelah Lama Vakum, Pesawat Rimbun Air Mendarat di Bandara Wiriadinata Tasikmalaya
Ia mengatakan, kerajinan lokal Payung Geulis yang sudah menjadi ikon budaya dan industri kreatif Tasikmalaya, penting untuk selalu di jaga dan di lestarikan oleh seluruh elemen masyarakat. Tak terkecuali kalangan milenial.
“Pengenalan serta pengetahuan kerajinan lokal Payung Geulis melalui talk show semacam ini tentu penting. Ini menumbuhkan rasa cinta, bangga dan rasa memiliki produk-produk kreatif kriya yang memiliki histori dan nilai-nilai lokal khas Tasikmalaya,” ungkap Elvira saat menghadiri Talk show Payung Geulis di area Pameran Sawarga Karya dan Pesona Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/10/2026) kemarin.
Memahami dan mengenali produk kerajinan lokal daerah seperti Payung Geulis di nilai sangat krusial untuk menjaga keberlangsungan warisan budaya daerah. Dengan begitu, tidak tergerus dengan gempuran budaya luar.
Elvira menegaskan, pihaknya akan melakukan gerakan dan aksi nyata lebih mengenalkan Payung Geulis kepada generasi muda Tasikmalaya melalui pelatihan atau event-event talk show.
“Harus ada inovasinya juga supaya mengikuti trend anak-anak muda sekarang. Sehingga Payung Geulis ini tidak di anggap produk zaman dahulu atau kolonial,” ujar Ketua Dekranasda Kota Tasikmalaya.
“Untuk menarik minat generasi gen Z, kita terus memfasilitasi para perajin dalam melakukan inovasi produk. Seperti pengembangan motif yang lebih kekinian, penyesuaian warna yang lebih dinamis hingga pemanfaatan media digital untuk sarana pemasaran,” Dia menambahkan.
Menurutnya, mungkin ke depan perlu di buat semacam museum Payung Geulis supaya anak-anak muda Tasikamalaya bisa semakin tahu dan mengenal kerajinan kriya ini.
BACA JUGA:
Tasikmalaya Buka Akses 5.000 Lowongan Kerja Internasional melalui Job Fair 2026
“Ini perlu di lakukan agar keberlangsungan serta pelestarian Payung Geulis khas Tasikmalaya tetap terjaga dan merasa bangga dengan budaya lokal daerah,” tegasnya.
Elvira menilai, keterlibatan anak muda dalam menjaga dan melestarikan serta menggunakan produk kerajinan lokal menjadi kunci utama untuk regenerasi ke depan.
“Kami ingin masyarakat, terutama anak-anak muda di Tasikmalaya tidak hanya tahu jika kita memiliki kerajinan Payung Geulis, tetapi mereka harus bangga memakainya.”
“Jadikan ini sebagai bagian dari gaya hidup modern, fashion statement dan bahkan ini bisa menjadi peluang usaha kreatif yang dapat memberikan nilai ekonomi,” ungkapnya.
Dengan gerakan bangga dengan produk lokal daerah, Dekranasda optimis roda perekonomian para perajin tradisional Payung Geulis di Tasikmalaya akan terus berputar dan memperkokoh identitas Tasikmalaya sebagai Kota sejuta kerajinan.
(Seda)



