spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pengangguran di Kabupaten Bandung Tembus 123 Ribu

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyiapkan 600 lowongan kerja melalui kegiatan Job Fair dalam rangkaian Bandung Bedas Festival 2026.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Bandung yang masih mencapai sekitar 123 ribu orang.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan, Job Fair yang berlangsung pada 30-31 Oktober 2026 itu melibatkan puluhan perusahaan di Kabupaten Bandung. Kegiatan tersebut menyasar para pencari kerja, terutama kalangan generasi muda.

Baca Juga: Tiga Anggota Keluarga di Pacet Bandung Dievakuasi ke RSJ

“Kalau berbicara angka pengangguran di Kabupaten Bandung, yaitu di angka 123 ribuan,” ungkap Dadang saat membuka Bandung Bedas Festival 2026. Di Thee Matic Mall Majalaya, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, Jumat (30/10/2026).

Tapi setiap tahun, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Bandung merencanakan dan menyiapkan program membuka peluang. Untuk 10.000 wirausaha muda dan lapangan kerja.

Menurut Dadang, tingginya jumlah penduduk usia produktif yang mencapai 52 persen. Menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja.

Pemkab Bandung, kata dia, telah menjalin kemitraan dengan 157 perusahaan. Melalui berbagai program penempatan tenaga kerja, sebanyak 11.557 orang berhasil terserap bekerja sepanjang 2025.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja juga berlangsung melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari sekitar 500 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung, masing-masing mempekerjakan sekitar 47 orang.

Dengan jumlah tersebut, potensi tenaga kerja yang terserap melalui operasional dapur SPPG mencapai sekitar 23.500 orang.

“Kami terus mendorong agar kesempatan kerja semakin terbuka. Salah satunya melalui kolaborasi dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,” ujarnya.

Pemkab Bandung Memperluas Kerjasama

Dadang mengungkapkan, Pemkab Bandung juga berencana memperluas kerja sama. Dengan dunia usaha melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama 200 perusahaan dalam waktu dekat.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan ketersediaan pencari kerja di daerah.

Untuk memperluas akses informasi lowongan pekerjaan, pemerintah daerah telah mengembangkan Gerai Bursa Kerja (GBK) Bedas Digital di 31 kecamatan. Sebelumnya, layanan tersebut baru tersedia di delapan kecamatan.

Ia meminta para camat mengoptimalkan keberadaan gerai tersebut agar masyarakat. Khususnya pencari kerja, dapat memperoleh informasi dan mengakses peluang pekerjaan tanpa harus datang langsung ke pusat pemerintahan.

Di luar sektor ketenagakerjaan formal, Pemkab Bandung juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Salah satunya dengan memberikan kesempatan pengembangan usaha kepada 4.500 perempuan. Melalui pelatihan dan pengembangan bisnis jasa tata rias atau Make Up Artist (MUA).

Program tersebut didukung kerja sama dengan BPR Kerta Raharja dan Bank BJB. Melalui fasilitas pinjaman bergulir tanpa bunga dan tanpa jaminan. Setiap pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan sebesar Rp10 juta.

Bandung Bedas Festival 2026 sendiri digelar selama tiga hari, 30 Oktober hingga 1 November 2026. Dengan mengusung tema “Festivalnya Pemuda Kabupaten Bandung” dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98.

Festival yang dibuka langsung oleh Dadang itu merupakan hasil kolaborasi Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Koperasi dan UKM. Serta Dinas Kebudayaan Kabupaten Bandung bersama KNPI dan sejumlah pihak lainnya. Kepala Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan RI R. Nurhidajat turut hadir dalam pembukaan.

Selain Job Fair, kegiatan pada hari pertama diisi gerakan pangan murah dan pasar tani. Agenda tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus membuka akses pemasaran bagi petani.

Selanjutnya, pada 31 Oktober digelar kegiatan fun bike. Sementara pada 1 November, festival akan diisi color run, pertunjukan musik, dan pagelaran wayang golek bersama dalang Dadan Sunandar Sunarya.

Menjadi Ruang Hiburan

Dadang mengatakan, festival tersebut tidak semata-mata menjadi ruang hiburan. Tetapi juga diharapkan mampu mempertemukan kepentingan ekonomi, kreativitas pemuda, dan pelestarian budaya lokal.

“Pemuda harus diberikan ruang untuk berkreasi, berinovasi, membangun jejaring, dan menunjukkan kemampuannya. Sebab, pemuda bukan hanya generasi penerus, tetapi juga bagian dari kekuatan pembangunan yang kita butuhkan hari ini,” katanya.

Ia menilai keterlibatan organisasi kepemudaan, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan daerah. Karena itu, festival diharapkan memberi manfaat langsung bagi pelaku UMKM, petani, pencari kerja, serta masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga menyampaikan rencana pembangunan Bandung Bedas Convention Center. Di kawasan depan Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Fasilitas itu direncanakan menjadi ruang kegiatan dan pertemuan bagi pengusaha maupun pelaku UMKM di Kabupaten Bandung.

Selain pengembangan ekonomi, festival juga menjadi sarana penyampaian informasi mengenai 57 program atau rencana aksi prioritas Bupati Bandung.

Baca Juga: Polresta Bandung Bekuk Pengedar Ganja

Salah satunya terkait peningkatan pelayanan administrasi kependudukan melalui Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Yang memungkinkan masyarakat menyelesaikan pencetakan KTP elektronik di tingkat desa.

Dadang berharap berbagai kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Tetapi berlanjut menjadi ruang kolaborasi yang menghasilkan peluang usaha, lapangan pekerjaan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Jadilah pemuda yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan karya. Yang memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.

(Kusnad)

spot_img

Berita Terbaru