CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis dinilai sangat layak menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Jawa Barat 2028. Rekam jejak prestasi dan fasilitas memadai menjadi modal kuat Ciamis menggelar ajang berskala provinsi tersebut.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Ciamis Abdul Wahab Syahroni menyampaikan harapan tersebut pada acara penyerahan piala juara umum Porsadin VIII di Aula Setda Ciamis, Jum’at (30/10/2026).
Baca Juga: Dari Latihan hingga Doa, Kunci Sukses Kafilah Ciamis Raih Juara Umum Porsadin Jabar
Abdul Wahab menegaskan bahwa sukses merebut gelar juara umum tiga kali memperkuat posisi Ciamis sebagai kandidat utama tuan rumah.
FKDT Ciamis mengukir sejarah panjang dalam ajang Porsadin Jabar. Ciamis memboyong gelar juara umum pertama pada Porsadin 2010 di Sumedang, menyabet juara umum keempat pada 2018 di Cianjur, dan kini menjuarai Porsadin kedelapan.
“Ciamis sudah tiga kali menjadi juara umum. Harapan kami, pada 2028 nanti Ciamis bisa mempertahankan prestasi tersebut di daerah sendiri,” ungkap Abdul Wahab.
Keunggulan Fasilitas Olahraga dan Stadion Atletik
Abdul Wahab menyoroti kesiapan kelengkapan fasilitas olahraga dan sarana pendukung di Ciamis.
Kehadiran stadion atletik modern menjadi keunggulan utama Ciamis untuk mendukung perlombaan olahraga santri dibanding daerah lain.
Sejumlah perwakilan kabupaten dan kota di Jawa Barat turut mendorong Ciamis agar bersedia menjadi tuan rumah.
Meski demikian, FKDT Ciamis wajib membahas rencana besar ini bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis. Gelaran Porsadin membutuhkan alokasi anggaran, koordinasi lintas sektor, dan persiapan teknis yang matang.
Perkuat Komunikasi demi Kebanggaan Warga Tatar Galuh
Abdul Wahab berharap FKDT, Pemkab Ciamis, dan Kementerian Agama terus memperkuat komunikasi terpadu.
Sukses mempertahankan gelar juara di kandang sendiri akan menjadi kebanggaan luar biasa bagi masyarakat Ciamis.
“Prestasi ini bukan akhir dari segalanya, tetapi awal untuk bekerja lebih keras lagi. Kita harus tetap rendah hati dan terus menjaga kerja sama agar prestasi ke depan bisa dipertahankan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para santri agar tidak cepat berpuas diri atas pencapaian saat ini.
“Gelar juara umum harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, baik dalam bidang olahraga maupun seni keagamaan,” pungkasnya.
(Mia)



