CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kabupaten Ciamis berhasil memboyong gelar juara umum Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Jawa Barat (Jabar). Capaian ini lahir dari proses panjang yang melibatkan santri, pelatih, orang tua, dan pemerintah daerah.
Ketua Kafilah FKDT Kabupaten Ciamis Anwar Baihaqi menegaskan bahwa kontingen Ciamis tidak meraih prestasi secara instan.
Baca Juga: Sekda Ciamis Apresiasi Prestasi Santri Porsadin, 15 Penghargaan Berhasil Dibawa Pulang
Kedisiplinan latihan, ketekunan santri, dukungan keluarga, serta doa menjadi kunci utama keberhasilan kontingen Ciamis.
Anwar menilai sukses ini mencerminkan sinergi kuat antara Pemkab Ciamis, Kementerian Agama, FKDT, dan pengasuh pesantren. Kolaborasi terpadu ini membentuk santri yang unggul dalam ilmu agama, olahraga, dan seni.
“Ini adalah hasil dari ikhtiar panjang, ketekunan anak-anak dalam berlatih, kesabaran para guru atau pembimbing, dan dukungan penuh orang tua. Yang paling penting, tentu beserta doa,” ungkap Anwar usai penyerahan piala juara umum Porsadin VIII Jawa Barat kepada Pemkab Ciamis di Aula Setda Ciamis, Jum’at (30/10/2026).
Kemenangan Sebagai Motivasi dan Beban Bertanggung Jawab
Anwar berharap keberhasilan ini memacu motivasi santri lain untuk berani bersaing pada level yang lebih tinggi. Kemudian Ia mengingatkan para peserta bahwa perlombaan tidak hanya mengejar kemenangan semata. Pengalaman bertanding dan nilai sportivitas membentuk karakter penting bagi masa depan santri.
Anwar juga memberi semangat bagi peserta yang belum berhasil membawa pulang tropi. Para santri berprestasi kini mengemban tanggung jawab menularkan motivasi kepada adik-adik kelasnya.
“Jadikan momentum ini sebagai pemacu semangat untuk terus belajar, mengaji, dan mengukir prestasi yang lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Bakar Semangat Atlet Popwilda dan Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Gelar juara umum Porsadin turut membakar semangat para atlet daerah yang akan berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwilda) Jawa Barat.
Anwar berharap mental juara para santri menular ke cabang olahraga lain demi menjaga nama baik Ciamis. Terlebih Ia menegaskan bahwa mempertahankan posisi juara umum membutuhkan perjuangan yang jauh lebih berat. Oleh karena itu, lembaga keagamaan wajib menjalankan pembinaan santri secara berkelanjutan.
Dukungan penuh seluruh elemen masyarakat meyakinkan FKDT bahwa Ciamis terus melahirkan generasi religius, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi.
(Mia)



