spot_imgspot_img
Jumat 30 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tiga Jam Demi Satu Galon Air, Perjuangan Yoyoh Bertahan di Tengah Kekeringan Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Guyuran hujan selama tiga hari terakhir belum mampu memulihkan sumber air bersih warga di Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran.

Warga masih terpaksa mengandalkan genangan air di antara bebatuan di tepi Jalan Raya Kalipucang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Prof. Ani Widyani Soetjipto: Sekolah Bumi Neng Mom di Pangandaran Ajarkan Perbedaan Adalah Anugerah

Pantauan pada Jumat (30/10/2026), Yoyoh tampak sabar menunggu air meresap ke dalam lubang penampungan di pinggir jalan. Ia menggunakan gayung oranye untuk menuangkan air perlahan-lahan ke dalam galon. Warga harus meluangkan waktu hingga tiga jam demi mengisi penuh satu galon air.

“Sudah sekitar empat bulan kemarau. Hujannya juga baru, ya enggak langsung jadi banyak air. Masih sulit di kita,” kata Yoyoh.

Yoyoh menyebutkan warga hanya mendatangi sumber air pinggir jalan ini khusus saat musim kemarau. Pada kondisi normal, warga mengambil air dari mata air pegunungan yang jauh lebih besar. Namun, sumber air tersebut saat ini masih kering akibat kemarau panjang.

“Ya ini juga kan sedikit adanya, mesti nunggu tiga jam dulu baru naik airnya penuh. Kayak gini pas kemarau aja. Kalau normal ambil ke atas mata air yang lebih banyak. Sekarang masih kering,” ujarnya.

Perjuangan Warga Angkut Air Pakai Motor dan Tampung Air Hujan

Lokasi sumber air yang berada tepat di pinggir jalan raya menuntut kewaspadaan tinggi. Yoyoh harus menyeberang jalan raya membawa sepeda motor guna mengangkut galon-galon berat tersebut ke rumahnya.

Kini, warga mulai memanfaatkan datangnya musim hujan untuk menambah pasokan air. Yoyoh menjajarkan deretan galon kosong di halaman luar rumah untuk menampung air hujan.

“Sekarang karena udah mulai hujan, galon-galon di rumah juga dijejerkan di luar, supaya nampung air. Lumayan kan,” tuturnya.

Meski demikian, Yoyoh tetap rutin mendatangi lubang penampungan pinggir jalan setiap pagi dan sore hari. Air keruh tersebut ia gunakan untuk keperluan mandi, mencuci, hingga memasak.

BPBD Pangandaran Gelontorkan 4,66 Juta Liter Air Bersih

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran terus menggenjot distribusi bantuan. BPBD mencatat telah menyalurkan lebih dari 4,66 juta liter air bersih gratis hingga Selasa (27/10/2026).

Bantuan air bersih ini menjangkau 14.082 kepala keluarga (KK) atau sekitar 40.575 jiwa. Sasaran distribusi mencakup 109 dusun dan 51 desa di 10 kecamatan wilayah Pangandaran.

Pihak BPBD menegaskan bahwa hujan ringan yang turun baru-baru ini belum memberikan pengaruh signifikan terhadap pemulihan cadangan air tanah warga.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru