spot_imgspot_img
Senin 14 September 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Orang Tewas

BANJARMASIN, FOKUSJabar: KM Virgo Transport 8 yang melayani pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026.

Kapal tersebut sebelumnya di laporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan.

Berdasarkan data yang di gunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan, terdapat 243 orang di dalam kapal yang terdiri atas penumpang dan awak.

BACA JUGA:

BGN Perluas MBG ke Sekolah Wilayah 3T dan Stunting Tinggi

Informasi mengenai kondisi kapal mulai di terima setelah nakhoda menyampaikan laporan kepada pihak agen.

Sebelum komunikasi terputus, nakhoda menyebut kapal mengalami situasi yang membahayakan akibat kondisi cuaca.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana menjelaskan, laporan mengenai kapal miring di terima pada dini hari.

“Untuk kronologi kejadian kapal Virgo Transport 8 ini mengalami cuaca buruk pada pukul 24.00. Itu di laporkan oleh nahkoda ke pihak agen. Kemudian pada pukul 02.00 tanggal 13 September 2026, nahkoda kapal melaporkan bahwa kapal dalam posisi miring,” ungkapnya.

Laporan mengenai hilang kontak tersebut kemudian di terima Kantor SAR Banjarmasin pada pukul 04.10 WITA. Informasi itu di sampaikan oleh General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.

Tim SAR selanjutnya bergerak melakukan pencarian dan pertolongan.

Sekitar pukul 04.30 WITA, proses penanganan mulai di lakukan. Kemudian KN SAR Laksmana 241 di berangkatkan menuju perkiraan lokasi terakhir kapal sekitar pukul 05.30 WITA.

“Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir.”

“Mengingat jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup banyak, kami mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian dan memastikan keselamatan seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar Sudayana.

Posisi terakhir KM Virgo Transport 8 tercatat berada di koordinat 4°31’51,82” Lintang Selatan dan 114°02’06,88” Bujur Timur dengan heading 203,94 derajat.

Titik tersebut berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Pencarian kemudian di perkuat dengan melibatkan sejumlah unsur. Baik dari Basarnas maupun instansi terkait.

Selain KN SAR Laksmana 241, sejumlah unsur yang di kerahkan antara lain KRI Nala, KN Kunyit, kapal-kapal niaga yang berada di sekitar lokasi serta helikopter Basarnas untuk melakukan penyisiran dari udara.

Dukungan juga datang dari KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, Pelindo Banjarmasin dan pihak agen kapal.

Proses evakuasi mulai menunjukkan hasil pada Minggu pagi. Dua kapal tunda yang berada di sekitar lokasi, yakni TB Mau Au 9 dan TB TCP berhasil menyelamatkan 54 orang.

Dari jumlah tersebut, 53 orang di nyatakan selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.

BACA JUGA:

BGN Perbarui Sasaran Penerima MBG, 1.653 Satuan Pendidikan Dikeluarkan

Jumlah korban yang berhasil di evakuasi terus mengalami perubahan seiring berlangsungnya operasi SAR.

Hingga pembaruan pada pukul 12.00 WIB, sebanyak 103 orang telah berhasil di evakuasi.

Operasi saat itu melibatkan TB Mahao, TB TCP, MP Haida, KN SAR Laksmana, KRI Nala, KN Kunyit, serta helikopter Basarnas yang melakukan pencarian dari udara.

“Jadi, total yang sudah terevakuasi sebanyak 103 orang,” ungkapnya.

Pada perkembangan berikutnya pada Minggu, 13 September 2026, jumlah orang yang telah di evakuasi kembali berubah.

Salah satu laporan pada sore hari mencatat sebanyak 143 orang telah di evakuasi dari KM Virgo Transport 8.

Namun pembaruan berikutnya yang mengacu pada informasi otoritas SAR menyebut 108 orang telah di selamatkan dan enam orang meninggal dunia.

Dengan total 243 orang dalam manifes, terdapat sekitar 129 orang yang masih dalam pencarian.

Perbedaan angka tersebut terjadi karena proses evakuasi, identifikasi dan pendataan korban masih berlangsung sepanjang hari.

BACA JUGA:

Buntut Keracunan, BGN Evaluasi 172 SPPG di Pati

Karena itu, angka korban dalam laporan awal dapat berbeda dengan pembaruan berikutnya.

Data yang lebih baru menjadi acuan untuk menggambarkan kondisi terkini. Yakni 108 orang selamat, enam orang meninggal dunia dan sekitar 129 orang masih dicari dari total 243 orang yang berada di kapal.

Perkembangan besar dalam operasi pencarian terjadi setelah KM Virgo Transport 8 akhirnya di temukan melalui pengamatan dari udara.

Kapal yang sebelumnya di nyatakan hilang kontak tersebut di temukan dalam kondisi terbalik di perairan Laut Jawa.

Penemuan kapal membuat fokus operasi SAR bergeser pada pencarian para korban yang belum di temukan. Sementara korban selamat terus di evakuasi menggunakan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Kondisi cuaca menjadi salah satu tantangan dalam proses pencarian dan penyelamatan.

Sebelum kehilangan komunikasi, kapal telah menghadapi cuaca buruk dan nakhoda sempat melaporkan bahwa posisi kapal dalam keadaan miring.

Gelombang dan kondisi laut di lokasi kejadian juga menjadi kendala bagi tim SAR yang melakukan pencarian melalui jalur laut.

Meski demikian, penyebab pasti kapal sampai terbalik belum dapat di simpulkan hanya dari kondisi cuaca dan masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Korban yang berhasil di selamatkan selanjutnya di arahkan menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Dari lokasi tersebut, para korban di rencanakan mendapatkan penanganan medis di RSUD Ulin dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Penanganan tersebut di lakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para korban setelah menjalani proses evakuasi dari lokasi kecelakaan.

Identitas korban meninggal dunia belum langsung di umumkan karena proses pemeriksaan dan identifikasi masih di lakukan oleh pihak terkait.

BACA JUGA:

Wamenko Pangan: Penutupan SPPG tak Kantongi SLHS Berlanjut

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung pada Minggu, 13 September 2026.

Berdasarkan perkembangan terbaru yang tersedia, enam orang di nyatakan meninggal dunia, 108 orang berhasil di selamatkan, sedangkan sekitar 129 orang lainnya masih dalam pencarian.

Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran melalui jalur laut dan udara untuk menemukan korban yang belum di ketahui keberadaannya.

Proses pendataan dan evakuasi masih dapat berubah mengikuti perkembangan operasi di lapangan.

(Jingga Sonjaya/berbagai sumber)

spot_img

Berita Terbaru