GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin mengunjungi keluarga korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin di halaman Masjid Al-Hasbi, Kecamatan Karangpawitan, Senin (14/9/2026).
Kunjungan tersebut untuk memberikan dukungan moril sekaligus memastikan data dan kebutuhan identifikasi keluarga korban asal Garut dapat segera di tangani.
BACA JUGA:
Bupati Garut Dorong Mahasiswa KKN UPI Tingkatkan Mutu Pendidikan Daerah
Bupati Garut menegaskan, Pemda berkomitmen mendampingi keluarga korban. Termasuk mengupayakan pemulangan jenazah.
“Ya pertama adalah supaya bisa segera di identifikasi keluarga korban yang berasal dari Garut. Kedua berupaya membawa jenazah ke Kabupaten Garut,” ucapnya.
Syakur mengatakan, Pemerintah Kabupaten Garut akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta instansi terkait di lokasi kejadian untuk memperlancar proses evakuasi dan pemulangan korban.
“Saya sampaikan bahwa kita akan mengupayakan itu semaksimal mungkin,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara yang di himpun Pemerintah Kabupaten Garut, dari total 23 orang korban asal Garut, sebanyak 11 orang di nyatakan selamat.
Informasi tersebut di ketahui melalui komunikasi langsung dengan pihak keluarga. Baik melalui panggilan video maupun pesan.
Sementara itu, dua orang korban telah di konfirmasi meninggal dunia. Sedangkan korban lainnya masih dalam proses pencarian.
Pemerintah Kabupaten Garut juga akan memfasilitasi kebutuhan administratif dan koordinasi lintas wilayah terkait penanganan korban. Mengingat lokasi kejadian berada di perairan antara Surabaya dan Banjarmasin.
BACA JUGA:
KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Orang Tewas
Sebagai informasi, KM Virgo Transport 8 yang melayani pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Kapal tersebut sebelumnya di laporkan hilang kontak setelah menghadapi cuaca buruk dalam perjalanan.
Berdasarkan data yang di gunakan dalam operasi pencarian dan pertolongan, terdapat 243 orang di dalam kapal yang terdiri atas penumpang dan awak.
(Bambang Fouristian)



