spot_imgspot_img
Rabu 5 Agustus 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pasar Murah di Bungursari Tasikmalaya Diserbu Warga, Perputaran Uang Capai Ratusan Juta Rupiah

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya terus memacu daya beli masyarakat lewat program Gerakan Pasar Murah (GPM) yang digelar secara berkala di setiap kecamatan.

Kali ini, Kecamatan Bungursari memusatkan gelaran GPM di halaman Kantor Kelurahan Cibunigeulis, Rabu (5/8/2026). Panitia mencatat perputaran uang mencapai ratusan juta rupiah dalam satu kali pelaksanaan acara tersebut.

Baca Juga: Viral Konten Promosi Hotel di Tasikmalaya Tuai Kritik, Disporabudpar Minta Pengusaha Jaga Citra Kota Santri

Pasar murah ini tidak sekadar menyediakan komoditas bahan pokok dengan harga di bawah pasaran, melainkan juga membuka ruang pemasaran bagi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Program ini menghadirkan manfaat ganda untuk meringankan beban belanja warga sekaligus menggerakkan roda ekonomi daerah.

Camat Bungursari, Sodik Sunandi, menegaskan bahwa tingginya animo masyarakat membuktikan efektivitas pasar murah sebagai instrumen penjaga daya beli. Oleh karena itu, Pihak Kecamatan Bungursari menetapkan kegiatan ini sebagai agenda rutin mingguan.

“Antusiasme ini menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan program gerakan pasar murah yang menyediakan komoditas pangan dengan harga murah dan terjangkau,” ungkap Sodik Sunandi, Rabu (5/8/2026).

Patok Harga Pangan Kompetitif di Bawah Pasar

Sodik menjelaskan bahwa panitia mematok harga komoditas lebih murah ketimbang harga pasar reguler. Sebagai contoh, Bulog menjual beras seharga Rp58.000 per kemasan 5 kilogram, sementara pedagang mematok ikan mujair seharga Rp30.000 per kilogram.

Sodik menegaskan bahwa gelaran pasar murah menjadi bukti kehadiran nyata pemerintah dalam membantu pemenuhan pangan warga.

“Pasar murah mampu meringankan beban belanja khusus para ibu-ibu yang menjadi pengatur strategi dapur. Dan dari pasar murah ini, mampu menggerakkan perputaran uang hingga ratusan juta rupiah,” ujar Sodik.

Gandeng Pertamina hingga Kelompok Tani Lokal

Pelaksanaan GPM di Kecamatan Bungursari menggalang sinergi dari berbagai pihak lintas sektor.

Penyelenggara menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Bungursari, Kelompok Wanita Tani (KWT), Tim Penggerak PKK, Bulog, Pertamina, serta pelaku usaha ritel modern.

“Kolaborasi ini harapannya dapat memperkuat rantai distribusi pangan, memperluas akses pasar bagi produk lokal, serta menjaga perputaran ekonomi di tingkat kecamatan hingga kelurahan sampai ke rumah tangga,” pungkasnya.

(Seda)

spot_img

Berita Terbaru