JAKARTA,FOKUSJabar.id: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup masa pendaftaran Program Magang Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch 1 Tahun 2026, Selasa (28/7/2026). Penutupan registrasi ini mengawali tahapan seleksi ketat bagi para lulusan perguruan tinggi yang memburu pengalaman kerja berfasilitas pemerintah.
Program besutan Kemnaker ini kembali menyedot perhatian besar masyarakat. Lonjakan peminat membuktikan bahwa program pemagangan pemerintah masih menjadi jalur favorit para lulusan baru (fresh graduate) untuk mengasah keterampilan sekaligus menembus dunia kerja.
Baca Juga: El Nino Diprediksi Maju ke 2026, Prabowo Gelar Rapat Khusus Antisipasi Karhutla
Pada tahun anggaran ini, pemerintah menyiapkan kuota raksasa sebanyak 150.000 peserta yang terbagi ke dalam tiga gelombang. Masing-masing gelombang menyediakan alokasi bagi 50.000 peserta, di mana Batch 1 menjadi pembuka rangkaian program.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengungkapkan bahwa angka pendaftar pada Batch 1 meluncur deras melampaui estimasi awal pemerintah. Antusiasme tinggi ini mencerminkan dahaganya para lulusan perguruan tinggi akan ruang pemagangan berkualitas.
“Sekarang hari terakhir pendaftaran pemagangan untuk lulusan peserta yang lulus satu tahun terakhir dari perguruan tinggi. Posisi 50 ribu, yang daftar sudah 300 ribu. Ini luar biasa. Baru batch 1 ini,” ujar Yassierli.
Catatan Kemnaker menunjukkan sekitar 300.000 pelamar bertarung memperebutkan 50.000 posisi pada Batch 1. Kondisi tersebut memicu persaingan sengit karena jumlah pendaftar membengkak hingga enam kali lipat dari batas kuota.
Masih ada Kesempatan pada Batch Selanjutnya
Meski persaingan sangat ketat, pemerintah menenangkan para pelamar. Kemnaker memastikan pendaftar yang gugur pada gelombang pertama masih mengantongi peluang untuk mengadu nasib pada batch selanjutnya.
“Bagi mereka yang belum mendapatkan kesempatan magang di batch 1, kita dorong mereka untuk ikut di batch 2 dan batch 3,” imbau Menaker.
Program Magang Nasional 2026 menerjunkan para peserta untuk menjalani pemagangan selama enam bulan di perusahaan-perusahaan mitra. Sepanjang program, peserta menyerap pengalaman kerja nyata, menggembleng keterampilan, memperluas jejaring profesional, serta mematangkan kesiapan karir.
Selain pengalaman praktis, peserta yang lolos mengantongi deretan fasilitas menarik. Pemerintah mengucurkan uang saku bulanan setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Kabupaten/Kota (UMK) di lokasi magang.
Peserta juga menerima perlindungan BPJS Ketenagakerjaan (JKK dan JKM), pendampingan mentor profesional, serta kesempatan merengkuh sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara gratis di akhir program.
Penyelenggaraan tahun ini juga menyuntikkan penyempurnaan dibanding periode sebelumnya. Kemnaker mewajibkan uji sertifikasi kompetensi BNSP bagi seluruh peserta demi memberi nilai tambah saat memasuki pasar kerja komersial.
Program ini menyasar Warga Negara Indonesia lulusan diploma, sarjana, maupun pendidikan profesi. Persyaratan menetapkan batas kelulusan maksimal satu tahun sejak tanggal ijazah. Khusus lulusan pendidikan profesi, pemerintah memberikan kelonggaran hingga dua tahun pasca kelulusan diploma atau sarjana.
Menyusul penutupan pendaftaran, perusahaan mitra dan panitia menggelar seleksi administrasi serta rekrutmen pada 29 Juli hingga 5 Agustus 2026. Panitia menjadwalkan rapat pleno dan penetapan peserta pada 6 Agustus 2026, lalu menyiarkan pengumuman hasil seleksi pada 7 Agustus 2026.
Peserta yang melenggang lolos bakal memulai hari pertama pemagangan pada 10 Agustus 2026, sebelum acara peluncuran resmi (grand launching) berlangsung pada 11 Agustus 2026.
(Jingga Sonjaya)



