spot_imgspot_img
Rabu 22 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkab Majalengka Tutup MPLS Lewat Aksi Ekologi dan Deklarasi Anti-Kekerasan

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, indah, dan ramah anak. Penegasan ini mengemuka saat penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Lapang Sutawangi, Jatiwangi, Selasa (22/7/2026).

Acara tersebut berlangsung semarak karena berbarengan dengan program Selasa Berseri dan Aksi Ekologi.

Bupati Majalengka Eman Suherman menghadiri langsung kegiatan ini bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala KCD IX Disdik Jabar, serta unsur Muspika setempat. Ratusan pelajar dari Kecamatan Jatiwangi dan Palasah turut memadati lokasi acara.

Baca Juga: Kesiapan Tembus 95 Persen, Stadion Pakansari Bogor Siap Sambut Perhelatan Piala AFF 2026

Dalam arahannya, Bupati menyoroti pentingnya menyinergikan pendidikan karakter dengan kepedulian lingkungan. Ia menilai pembentukan mental anak harus seimbang antara prestasi akademis dan kesadaran menjaga kelestarian alam.

“Melalui kegiatan Selasa Berseri ini, kita tidak hanya sekadar membersihkan lingkungan sekitar secara rutin, tetapi juga membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Aksi ekologi ini adalah momentum penting bagi kita semua untuk terus menjaga keseimbangan alam demi masa depan generasi Kabupaten Majalengka yang lebih baik,” tegas Bupati.

Bupati Majalengka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pendidikan atas langkah nyata mereka membangun ekosistem pendidikan yang humanistis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan seluruh rangkaian MPLS tahun ini berlangsung kondusif. Sekolah-sekolah memfokuskan kegiatan pada penguatan karakter siswa baru tanpa menyisakan praktik senioritas maupun perpeloncoan.

“MPLS dimanfaatkan sebagai ruang sosialisasi dan adaptasi bagi siswa baru untuk mengenalkan lingkungan sekolah, para guru, serta kakak kelas. Yang terutama adalah penguatan karakter melalui Deklarasi dan Ikrar Anti-Kekerasan, anti-kejahatan, anti-penyelewengan, bebas narkoba, hingga pencegahan kekerasan seksual,” ujar Kadisdik.

Sebagai bentuk aksi nyata pada penutupan MPLS, ratusan siswa langsung turun tangan menggelar aksi bersih-bersih di kawasan sekitar kecamatan hingga area Alun-alun Lapang Sutawangi.

(MajalengkaKab/IrfansyahRiza)

spot_img

Berita Terbaru