CIAMIS,FOKUSJabar.id: Rasa haru dan bangga menyeruak hebat di dalam ruang Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis. Atmosfer emosional tersebut membuncah setelah otoritas pendidikan resmi menyatakan tiga orang narapidana lulus dalam ujian kesetaraan Paket C (setara SMA). Kepala Lapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengonfirmasi langsung kabar membanggakan ini, Rabu (17/6/2026).
Supriyanto melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas kegigihan para warga binaan yang berhasil menuntaskan wajib belajar tersebut. Pihak manajemen lapas mengaku sangat bangga melihat anak didiknya mampu menyelesaikan modul pendidikan dengan hasil memuaskan.
Baca Juga: Sempat Dilanda KLB DBD, Desa di Ciamis Ini Kini Jadi Percontohan Nasional Kemenkes
“Hari ini kami mengumumkan kelulusan tiga warga binaan dalam program kesetaraan Paket C. Ketiga narapidana berprestasi tersebut masing-masing bernama Wandi Saputra, Rosmayadi, dan Ridho Maulana Apriansyah,” jelas Supriyanto, Rabu (17/6/2026).
Supriyanto menuturkan bahwa dinginnya jeruji besi sama sekali bukan menjadi penghalang bagi seseorang untuk merajut masa depan yang lebih cerah. Pihak Lapas berkomitmen menjamin hak pendidikan setiap warga negara, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa hukuman pidana kurungan.
“Hari ini mereka resmi menerima dokumen ijazah program pendidikan kesetaraan Paket C setelah tim penguji menyatakan ketiganya lulus secara sah,” imbuhnya.
Bidik Kerja Sama dengan Universitas Terbuka, Disdik Ciamis Jamin Hak Belajar Warga Binaan
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Ciamis, Erwan Darmawan, menyuntikkan motivasi moral yang tinggi kepada para narapidana yang kini memegang ijazah kelulusan tersebut. Menurut Erwan, ijazah ini bertindak sebagai bukti otentik bahwa mereka telah berhasil menaikkan derajat akademisnya.
Erwan menegaskan bahwa konstitusi negara mengamanatkan pendidikan sebagai hak fundamental bagi seluruh lapisan bangsa tanpa memandang status hukum individu.
Ke depan, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis berencana memperluas jangkauan kerja sama strategis ini ke level perguruan tinggi. Disdik membidik kolaborasi dengan Universitas Terbuka (UT) untuk memfasilitasi program kuliah gratis, baik bagi warga binaan maupun petugas lapas yang ingin mengejar gelar sarjana.
“Pendidikan merupakan hak mutlak segala bangsa. Langkah selanjutnya, kami akan merancang kolaborasi bersama Universitas Terbuka demi menyediakan akses perkuliahan bagi warga binaan dan sipir lapas. Untuk tiga jemaah didik yang lulus hari ini, kami sampaikan terima kasih dan kami berpesan agar jangan pernah berhenti menyerap ilmu dari siapa pun, kapan pun, dan di mana pun,” tutur Erwan Darmawan visioner.
(Husen Maharaja)



