PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Hasan (43), orang tua MH, korban anak yang di bacok oleh seorang lansia AS, mengungkap duduk perkara yang terjadi di lingkungan sekolah di wilayah kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Menurut Hasan, insiden tersebut merupakan korban salah sasaran yang menimpa buah hatinya.
”Yang mengejek sang kakek itu anak kelas empat, tapi pelaku masuk ke ruangan kelas enam lalu membacok MH anak saya yang tidak tahu apa-apa,” ucap Hasan melalui pesan WhatsApp kepada FOKUSJabar.id Senin, (20/4/2026).
Baca Juga: Wow! Konten Kreator Blasteran Kritik Penataan Pantai Pangandaran
Aksi penganiayaan tersebut dilakukan pelaku di dalam ruang kelas saat jam istirahat berlangsung pada Rabu, (15/04/26) sekitar jam 09.30 WIB.
Akibat kebrutalan pelaku, MH mengalami luka robek di bagian atas kepala dan langsung di larikan ke fasilitas kesehatan Puskesmas Padaherang untuk mendapatkan penanganan medis.
Hasan mengaku terpukul dan sedih yang mendalam atas musibah yang menimpa anaknya di tempat yang seharusnya menjadi area aman.
”Saya merasa terpukul dan sedih apalagi kejadiannya di sekolah. Sekolah itu harusnya menjadi tempat yang aman untuk mendidik anak,” ujar Hasan.
Hasan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, dan kepada pihak sekolah agar lebih memperketat dalam pengawasan.
Setelah kejadian itu, kini korban lebih banyak menyendiri di rumah. Menurut Hasan, anaknya tidak seceria dulu sejak peristiwa pembacokan terjadi. MH lebih memilih menghabiskan waktu menyendiri di rumah sambil bermain game lewat ponsel.
Baca Juga: 895 Kendaraan Terjaring Operasi KTMDU di Pangandaran
“Kondisi sekarang lebih banyak diam di rumah, lebih banyak menyendiri bermain game,” ujar Hasan.
Hasan mengatakan, kondisi ini berbeda dengan aktivitas anaknya sebelum insiden.
“Kalau kemarin pagi sampai siang di sekolah formal dan sorenya sekolah agama. Terus kalau malam biasanya menghafal baca buku. Tapi sekarang lebih banyak diam,” ungkapnya.
(Sajidin)



