spot_imgspot_img
Senin 20 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Wow! Konten Kreator Blasteran Kritik Penataan Pantai Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Konten kreator dengan akun Instagram @laurahermawati mengkritik Pemerintah Kabupaten Pangandaran terkait penataan objek wisata Pantai Pangandaran, Jawa Barat.

‎Dengan gaya santun, perempuan blasteran itu memanfaatkan media sosial pribadinya untuk menyampaikan keluhan agar di dengar pemerintah setempat.

‎”Mumpung engagement Instagramku lagi bagus, aku mau manfaatin untuk mengkritik pemerintah, terutama Pemerintah Pangandaran. Karena kalau viral baru di dengar, semoga ya,” kata Laura dalam unggahannya, Senin (20/4/2026).

Baca Juga: 895 Kendaraan Terjaring Operasi KTMDU di Pangandaran

‎Laura menyoroti sejumlah persoalan di Pantai Pangandaran, salah satunya penggunaan kendaraan ATV dan mini motor cross yang kerap mondar-mandir di area bibir pantai.

‎Ironisnya, mini cross tersebut di kendarai oleh anak di bawah umur. Padahal, daya jual utama Pangandaran adalah keindahan pantainya.

‎Menurut Laura, kondisi ini mengganggu kenyamanan dan membahayakan wisatawan di sekitarnya.

‎”Apakah boleh berkendara di pantai?” tanya Laura.

‎Ia menyarankan pemerintah membuat aturan tegas terkait larangan kendaraan ATV dan mini cross memasuki wilayah bibir pantai.

‎‎Aturan itu, lanjutnya, harus di perketat dan di jaga oleh lifeguard atau petugas jaga untuk menegakkan larangan bagi wisatawan yang masuk ke pantai menggunakan ATV dan mini cross.

Minta Aturan Tegas

‎Ia juga meminta aturan tegas soal batasan usia penyewa kendaraan tersebut.

‎”Karena anak kecil belum bisa mengontrol apa yang mereka lakukan. Dan itu bahaya banget,” ucapnya.

‎Selain kendaraan, Laura juga menyoroti sampah yang berserakan di area bibir pantai. Ia menyarankan pemerintah membeli alat berat untuk membersihkan pantai setiap pagi dan menugaskan petugas khusus.

‎”Kenapa sih pemerintah enggak membeli alat berat mobil yang membersihkan pantai setiap pagi dan ada petugasnya, kayaknya itu akan bermanfaat,” kata dia.

‎”Meskipun ini tetap adalah kesadaran orang-orang untuk tidak membuang sampah sembarangan, tapi dari pemerintah mungkin harus menyediakan fasilitas tersebut,” tambahnya.

Baca Juga: Polres Pangandaran Buru Aktor Intelektual Penebangan Pohon Ilegal

‎Tak hanya itu, Laura juga menyayangkan keberadaan patung ikan marlin dan patung tangan baja yang di nilai menelan anggaran cukup besar.

‎Menurut Laura, anggaran tersebut sebaiknya di gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti membenahi saluran air di kawasan wisata yang kerap banjir saat musim hujan serta memperbaiki jalur trotoar agar pejalan kaki lebih nyaman.

‎”Mungkin kata orang mikir perubahan itu harus besar, padahal yang kecilnya aja belum beres. Gimana kita mau jadi sebuah destinasi besar kalau hal-hal kecil ini enggak di perhatiin,” ucapnya.

(Sajidin)

spot_img

Berita Terbaru