BANDUNG,FOKUSJabar.id: Masyarakat di kawasan Bandung Raya kini bisa menikmati perjalanan yang jauh lebih hemat dan praktis. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pengelola Metro Jabar Trans resmi memperluas jangkauan layanan angkutan pengumpan (feeder) mereka dengan sistem yang jauh lebih modern dan saling terhubung.
Salah satu terobosan yang paling menguntungkan pengguna adalah penerapan skema tarif integrasi. Melalui sistem baru ini, penumpang bebas berganti armada atau berpindah ke bus utama tanpa perlu membayar biaya tambahan sama sekali, asalkan perpindahan tersebut terjadi dalam batas waktu tertentu. Langkah strategis ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk meningkatkan kenyamanan mobilitas harian warga.
Baca Juga: Menembus Batas Dunia Usaha, IFBC Bandung 2026 Jadi Destinasi Wajib Calon Entrepreneur
Pihak pengelola menetapkan dua kategori tarif untuk layanan feeder ini. Penumpang umum wajib membayar tarif reguler sebesar Rp4.900 per perjalanan. Namun, kelompok masyarakat tertentu seperti pelajar, mahasiswa, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas mendapatkan keistimewaan berupa tarif khusus yang sangat murah, yaitu Rp2.000 saja.
Kebijakan tarif yang bersahabat ini sudah berjalan sejak Kamis, 1 April 2026. Menariknya, operator sengaja memperpanjang durasi tarif integrasi gratis ini dari yang semula hanya 90 menit menjadi 120 menit (2 jam) sejak penumpang melakukan transaksi pertama. Perpanjangan waktu ini sengaja dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi warga, terutama saat menghadapi kemacetan di jam-jam sibuk atau ketika harus transit di koridor yang jauh.
Perwakilan pengelola Metro Jabar Trans menegaskan bahwa inovasi ini bertujuan mempermudah pergerakan masyarakat urban.
“Kami memperpanjang durasi integrasi menjadi 120 menit agar masyarakat memiliki ruang perjalanan yang lebih fleksibel dan tidak merasa terburu-buru saat berpindah koridor,” ujar pihak pengelola Metro Jabar Trans dalam keterangan resminya.
Sistem Pembayaran Non-tunai
Demi mempercepat digitalisasi layanan publik, seluruh armada kini menerapkan sistem pembayaran non-tunai secara penuh. Penumpang bisa menggunakan berbagai kartu uang elektronik populer seperti Flazz BCA dan e-Money Mandiri. Kemudian dapat juga menggunakan TapCash BNI, BRIZZI, hingga Kartu Multi Trip (KMT).
Bukan hanya itu, sistem pembayaran juga menerima metode QRIS CPM. Kemudian jiga teknologi terbaru QRIS Tap yang memanfaatkan fitur NFC pada smartphone. Dengan QRIS Tap, pengguna cukup menempelkan ponsel ke mesin sensor tanpa perlu repot memindai kode QR secara manual. Berbagai aplikasi dompet digital dan perbankan besar seperti GoPay, DANA, OVO, ShopeePay, BRImo, Livin’ by Mandiri, hingga BCA Mobile sudah mendukung penuh metode praktis ini.
Namun, penumpang harus memperhatikan bahwa tarif gratis saat transit ini tidak berlaku bagi pengguna QRIS MPM (QR statis yang tertempel di bodi kendaraan). Jika menggunakan QR statis, sistem akan tetap memotong saldo penuh saat Anda berpindah armada.
Bagi para pelajar, mahasiswa, lansia, dan penyandang disabilitas yang ingin menikmati tarif khusus Rp2.000. Pengelola mewajibkan mereka melakukan registrasi data terlebih dahulu melalui tautan resmi operator. Begitu proses verifikasi selesai, sistem komputer pada armada akan langsung mengenali identitas kartu atau aplikasi pengguna secara otomatis.
Program revitalisasi feeder Metro Jabar Trans ini sendiri merupakan bagian dari proyek besar peremajaan angkutan kota (angkot) konvensional menjadi moda transportasi yang jauh lebih aman, modern, dan manusiawi. Lewat skema tarif yang terjangkau dan saling terintegrasi ini, pemerintah berharap masyarakat Bandung Raya semakin tertarik meninggalkan kendaraan pribadi. Kemudian beralih ke transportasi umum demi mengurai kemacetan kota.
(Jingga Sonjaya)



