BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kabar gembira datang bagi warga Kota Kembang yang merindukan kemudahan akses penerbangan. Pemerintah Kota Bandung menyambut baik rencana pengaktifan kembali (reaktivasi) Bandara Husein Sastranegara. Kebijakan strategis ini menjadi angin segar untuk mendongkrak roda perekonomian sekaligus menghidupkan kembali mobilitas masyarakat di jantung Jawa Barat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi langsung terkait reaktivasi ini. Setelah sang kepala negara melangsungkan kunjungan kerja ke Kota Bandung beberapa waktu lalu. Merespons perintah tersebut, jajaran pemerintah daerah kini bergerak cepat menyiapkan pembahasan teknis dan memetakan penataan infrastruktur penunjang.
Baca Juga: Metro Jabar Trans Perluas Integrasi Tarif, Penumpang Bisa Transit Tanpa Biaya Tambahan
Farhan melihat pengoperasian kembali Bandara Husein bukan sekadar urusan membuka rute penerbangan baru. Langkah ini memiliki dampak berantai yang kuat untuk memicu pertumbuhan ekonomi daerah. Kemudian memperkuat konektivitas antar-kota, serta menggairahkan kembali sektor pariwisata, perdagangan, dan jasa yang menjadi urat nadi Kota Bandung.
“Setelah Presiden berkunjung ke Kota Bandung, sore harinya saya mendapatkan kabar bahwa Presiden memberikan instruksi agar reaktivasi Bandara Husein dilakukan bersama-sama dengan Bandara Adi Sucipto,” ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu, 27 Mei 2026.
Sebenarnya, Bandara Husein tetap beroperasi hingga saat ini, namun dengan kapasitas yang sangat terbatas. Maskapai komersial sejauh ini hanya melayani rute tertentu antarkota di Pulau Jawa dengan menggunakan pesawat bermesin baling-baling (propeller).
Kembali ke Masa Kejayaan Bandara Husein
Farhan optimistis reaktivasi total ini akan mengembalikan masa kejayaan Bandara Husein sebagai salah satu pusat transportasi udara paling sibuk di Jawa Barat. Ia mencatat bandara ini memiliki rekam jejak yang luar biasa sebelum pembatasan operasional berlaku. Pada tahun 2019, Bandara Husein sukses melayani sekitar 3,8 juta penumpang, dengan rincian 3 juta penumpang domestik dan 800 ribu penumpang dari rute internasional.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkot Bandung bakal fokus membenahi jaringan akses jalan menuju area bandara. Langkah utama mereka adalah memperlancar jalur keluar-masuk kendaraan demi mengantisipasi lonjakan penumpang di masa depan.
Perhatian khusus akan tertuju pada akses jalan dari arah Tol Pasteur yang mengarah ke kawasan PT Dirgantara Indonesia serta kompleks TNI AU. Selain itu, keberadaan Jalan Layang (Flyover) Nurtanio memegang peran krusial untuk mempercepat konektivitas warga menuju bandara, baik dari wilayah barat maupun timur kota. Farhan meyakini penyelesaian proyek jalan layang ini menjadi kunci utama untuk mengurai titik-titik kemacetan di sekitar kawasan tersebut.
Terkait masa depan Bandara Kertajati di Majalengka, Farhan menegaskan bahwa arah pengembangannya merupakan hak penuh pemerintah pusat karena menyandang status Proyek Strategis Nasional (PSN). Pihak pemerintah daerah tidak memiliki porsi kewenangan untuk ikut campur, termasuk mengenai wacana menjadikan Kertajati sebagai pusat pemeliharaan pesawat (Maintenance, Repair, and Overhaul/MRO).
Saat ini, Bappenas bersama pemerintah pusat tengah menyusun kajian mendalam mengenai skema reaktivasi Bandara Husein. Studi tersebut mencakup perhitungan nilai investasi yang melibatkan kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, hingga pemkot.
Farhan menambahkan bahwa mayoritas pos anggaran tahun 2026 sudah berjalan. Oleh karena itu, ada kemungkinan proyek pembenahan bandara ini akan memanfaatkan skema pinjaman luar negeri, di mana mekanisme pengelolaan dan pengembalian dananya bakal ditentukan langsung oleh pemerintah pusat.
(Jingga Sonjaya)



