GARUT, FOKUSJabar.id: Ketua Umum PM GATRA, Rd. H. Holil Aksan Umarzen, memberikan penghormatan khusus terhadap Bambang Fouristian yang merupakan seorang Jurnalis/Redaktur dari FOKUSJabar.id yang selalu menyajikan jejak peristiwa serta perjuangan pemekaran Garut Utara.
“Saudara Bambang Fouristian adalah sang mata pena denyut pergerakan Garut Utara, mata pena perjuangan, jejak dan peristiwa dalam berita,” ungkap, Rd. H. Holil Aksan Umarzen, Kamis (28/5/2026).
Bambang Fouristian merupakan sosok yang tidak berdiri dalam barisan terdepan perjuangan, tetapi selalu ada di tengah panjangnya perjalanan pemekaran CDOB Kabupaten Garut Utara.
Baca Juga: “Singa Limbangan” Pemberi Mandat Perjuangan CDOB Garut Utara
“Tidak tampil di podium, tak pula hadir untuk mencari panggung atau jabatan. Namun keberadaannya selalu ada di balik ruang-ruang rapat, di belakang forum-forum perjuangan,” jelasnya.
Dalam agenda-agenda pembahasan, lanjut Holil, Bambang Fouristian selalu ada di baliknya juga di belakang dinamika perjalanan aspirasi masyarakat.
“Di balik berbagai peristiwa yang menjadi bagian dari perjalanan panjang Garut Utara. Bambang Fouristian lebih sering berada di belakang, mengamati, menyimak juga mencatat,” ucapnya.
Dan ketika banyak orang pulang membawa lelah perjuangan, ia membawa pulang jejak-jejak peristiwa untuk dirangkai menjadi berita, menjadi dokumentasi, menjadi bagian dari sejarah perjuangan.
Sejak Fase Awal Pergerakan
Sejak fase awal lahirnya aspirasi masyarakat Garut Utara, dinamika perjuangan para penggagas dan pemrakarsa, proses politik di DPRD dan Pemerintah Kabupaten Garut, perjalanan perjuangan tingkat Jawa Barat hingga ruang perjuangan nasional. Bambang Foristian selalu hadir di balik ruang-ruang itu.
“Tidak banyak bicara tetapi karyanya berbicara, tidak berada di depan tetapi jejak tulisannya melangkah jauh. Semua berita yang lahir dari tangannya menjangkau pembaca dalam jumlah besar,” tuturnya.
Selain itu, tentu membawa denyut aspirasi perjuangan CDOB Kabupaten Garut Utara menggema di tengah masyarakat luas hingga menjadi percakapan, perhatian dan menjadi denyut kesadaran bersama.
Baca Juga: Arti dan Makna Filosofis Logo PM Gatra
“Dari sana suara perjuangan bergerak. Menggetarkan ruang kebijakan, dan mengetuk meja para pemangku keputusan tingkat daerah dan menggema di tingkat wilayah,” jelasnya.
Tidak hanya itu, segala bentuk narasi dalam berita yang di tulisnya, menghadirkan denyut perhatian menuju tingkat nasional.
“Baginya berita bukan sekadar rangkaian kata.Tetapi jejak perjuangan. Catatan peristiwa. Dan denyut sejarah yang harus tetap hidup. Menjaga peristiwa, merawat jejak. Dan memastikan perjuangan tetap memiliki suara yang menggema melintasi zaman,” pungkasnya.
(Nanang Yudi)



