spot_imgspot_img
Selasa 14 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kolaborasi PINTU, OJK dan Unpad Perkuat Literasi Keuangan

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT Pintu Kemana Saja (PINTU) terus meningkatkan literasi keuangan. Khusunya terkait crypto dan investasi dengan memperluas berbagai inisiatif kegiatan bersifat edukasi.

Kali ini, mahasiswa menjadi objek literasi dengan menggelar acara PINTU Goes to Campus bertajuk Financial Literacy di Bale Sawala, Universitas Padjajaran (Unpad) Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

BACA JUGA:

OJK Tasikmalaya Gandeng Media Perkuat Literasi Keuangan Syariah dan Berantas Investasi Ilegal

Kegiatan di hadiri lebih dari 200 mahasiswa serta di isi dengan penyerahan penghargaan bagi delapan mahasiswa Unpad yang berprestasi.

Sebagai patform investasi aset crypto yang terdaftar resmi dan di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PINTU memberikan berbagai pemahaman terkait literasi keuangan. Termasuk dalam investasi crypto.

Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin memyoroti terkait masa depan adopsi crypto. Dari sisi adopsi secara global, sekitar 700 juta orang sudah trading atau investasi crypto atau sekitar 1 banding 15.

“Untuk di Indonesia, angka adopsi mencapai 21 juta orang. Ini lebih besar di bandingkan investor saham. Jadi yang menjadi tantangan itu adalah literasi dan edukasinya,” kata Timo, Selasa (14/4/2026).

Untuk itu, pihaknya menggandeng OJK dan perguruan tinggi untuk melakukan literasi ke kampus-kampus. Tujuannya, selain membuat mahasiswa ‘melek’ literasi keuangan, sekaligus memberikan edukasi tentang aset crypto. Sehingga mahasiswa memiliki pemahaman matang sebelum mulai berinvestasi.

Timo menyebut, minat generasi muda terhadap investasi digital di industri crypto terus mengalami pertumbuhan. Berdasarkan data OJK per Februari 2026, jumlah investor aset crypto di Indonesia telah mencapai 21,07 juta.

Tren ini pun terlihat secara secara global, World Economic Forum mencatat sekitar 42 persen investor Gen Z telah memiliki aset crypto.

Kondisi tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap investasi digital sekaligus menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan di tengah tren tersebut.

BACA JUGA:

OJK Restui Merger Empat BPR Priangan Timur, Perkuat Daya Saing dan Pembiayaan UMKM

“Di tengah perkembangan industri yang cepat dan berbagai faktor global yang memengaruhi pasar, penting bagi generasi muda tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memahami investasi secara mendalam. Kami akan terus berkomitmen untuk menghadirkan ruang belajar agar generasi muda dapat membangun pemahaman yang matang dan mengambil keputusan finansial secara bijak,” Timo menegaskan.

Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Djoko Kurnijanto memaparkan tantangan terkait aset crypto yang masih terjadi gap antara literasi dengan inklusi.

Kondisi tersebut mendorong pihaknya untuk terus melakukan langkah-langkah agar masyarakat yang melakukan investasi crypto ini tidak sekadar ikut-ikutan.

“Filosofi investasi yang ada di OJK masih sangat relevan dengan yang ada di crypto. Yakni, perhatikan 2L (Legal dan Logis). Pastikan daftar aset keuangan digitalnya itu legal dan pastikan bertransaksi dengan exchange atau Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berlisensi dan di awasi oleh OJK serta pastikan logis jangan mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan pasti,” kata Djoko.

Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengapresiasi kegiatan literasi keuangan yang di inisiasi PINTU dan OJK. Pihaknya menilai jika literasi keuangan bagi mahasiswa sangat penting.

“Memang kelihatannya mengenai literasi keuangan, bahkan sekarang literasi crypto dan juga investasi, ini merupakan hal yang sangat penting yang harus kita pahami bersama. Karena kita tahu sekarang begitu banyaknya produk keuangan, begitu banyaknya masalah-masalah keuangan yang kalau kita tidak pelajari secara baik, kalau kita tidak kenal, maka ini akan menyebabkan hal-hal yang menjadi permasalahan di masa yang akan datang. Mudah-mudahan hal ini dapat menjadi hal yang bermanfaat untuk kita mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” kata Rektor Unpad.

Kegiatan literasi keuangan di Unpad, di hadiri pula Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Provinsi Jawa Barat, Melati Usman, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpad Dian Masyita serta SVP Strategy & Business PINTU, Andy Putra.

(ageng)

spot_img

Berita Terbaru