CIAMIS,FOKUSJabar.id: Yayasan Koesoemadiningrat sukses menghidupkan kembali suasana malam 14 Maulud di Situs Jambansari, Kabupaten Ciamis. Pihaknya menggelar tradisi Ngabungbang dengan mengusung tema pelestarian warisan Kanjeng Prebu R.A.A. Koesoemadiningrat.
Baca Juga: Mess Pemda Ciamis Resmi Berubah Jadi Hotel Singacala untuk Tingkatkan PAD
Ketua Penyelenggara Raden Adi Garjita menghadirkan kegiatan ini sebagai ruang edukasi budaya berbasis sejarah.
Ia menilai tradisi Ngabungbang merupakan bagian tak ternilai dari memori kolektif masyarakat Galuh.
“Kami ingin mengajak masyarakat memahami makna yang terkandung di dalamnya bukan hanya sekadar sebagai tradisi terjaga semalaman semata,” ucapnya, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Damkar Ciamis Evakuasi Sarang Tawon Vespa Raksasa di Plafon Rumah Warga Rajadesa
Adi menjelaskan tradisi tahunan tersebut menjadi sarana refleksi sejarah serta penguatan identitas budaya lokal.
Warisan Kanjeng Prebu mencakup nilai-nilai kepemimpinan, kebersihan jiwa, hingga kepedulian sosial bagi masyarakat.
Yayasan Koesoemadiningrat menargetkan Situs Jambansari bertransformasi menjadi pusat edukasi sejarah yang inklusif.
Pihaknya membuka kawasan bersejarah ini bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum.
“Selain merawat tradisi kami dari yayasan menargetkan Situs Jambansari bertransformasi menjadi pusat edukasi sejarah yang terbuka bagi pelajar, mahasiswa, akademisi hingga masyarakat umum,” ungkapnya.
(Husen Maharaja)



