TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Isu dugaan praktik curang jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mencuat ke publik. Momen peringatan Hari Pahlawan tahun 2025 dimanfaatkan oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Candra Negara, untuk secara terbuka mengangkat isu ini dan mengajak masyarakat berani membongkar dugaan korupsi tersebut.
Dicky Candra Negara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi ‘Pahlawan Antikorupsi’ sebagai kelanjutan perjuangan para pahlawan.
“Momentum Peringatan Hari Pahlawan ini, semua harus bisa menjadi pahlawan sesuai dengan cara kita masing-masing seperti menjadi Pahlawan Antikorupsi,” kata dia.
BACA JUGA: Hari Pahlawan, Viman Ajak Warga Tasikmalaya Teladani Semangat Juang Para Pahlawan
Wakil Wali Kota, yang juga menjabat sebagai pembina kepegawaian, mengakui bahwa isu jual beli jabatan ini sudah santer terdengar dan menjadi perhatian serius. Ia bahkan telah menerima banyak informasi dari berbagai sumber, meski bukti dan saksi yang jelas masih belum ditemukan.
“Isu dugaan jual beli Jabatan di Pemkot Tasikmalaya sangat santer terdengar, dan saya juga banyak mendapat informasi dari berbagai sumber namun, belum bisa mengambil tindakan pasalnya, belum menemukan bukti yang jelas maupun dari saksi yang jelas,” ujarnya.
Dicky menambahkan bahwa informasi terkait praktik kotor ini sudah “dicium” dan banyak “bisikan dari kanan dan kiri”, namun ia menekankan perlunya pembuktian agar penindasan tegas dapat dilakukan.
“Saya sih senang banget kalau jual beli jabatan ini benar terjadi karena, bisa segera kita bongkar bersama-sama,” ujar dia.
Dalam upaya membongkar dugaan ini, mantan Wakil Bupati Garut tersebut secara khusus berharap masyarakat dapat berperan aktif. Ia menantang warga untuk menjadi pahlawan antikorupsi dengan melaporkan atau menunjukkan bukti konkret.
“Untuk itu, masyarakat diharapkan bisa menjadi pahlawan antikorupsi dengan mau melaporkan atau menunjukkan bukti jika memang menemukan bukti ada praktik-praktik kotor di tubuh Pemerintah Kota Tasikmalaya ini,” harap Dicky.
Ia berjanji akan segera melakukan pendalaman dan kroscek terkait bisikan-bisikan tersebut agar isu ini tidak terus berkembang liar di masyarakat maupun di lingkungan birokrasi Pemkot Tasikmalaya.
Menurutnya, jika isu ini benar, hal itu akan melahirkan pegawai pemerintah yang menduduki jabatan bukan berdasarkan kompetensi dan kemampuan, melainkan karena didasari materi atau uang, yang tentu akan menjadi preseden buruk.
BACA JUGA: Dicky Candra Waspadai Isu Jual Beli Jabatan ASN Pemkot Tasikmalaya
Isu ini muncul setelah Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan melakukan pelantikan massal sebanyak 191 pejabat, yang diklaim sebagai hasil penerapan Manajemen Talenta Pemkot. Dicky Candra menyatakan dukungannya pada Manajemen Talenta dan bertekad memastikan pejabat di Pemkot diisi oleh orang-orang yang berkompeten.
“Kalau ada pasti kita tindak tegas dan bongkar, ini bukan untuk menzalimi siapa pun tapi, ini untuk kebaikan Pemerintah Kota Tasikmalaya itu sendiri, tentu kita tidak mau jabatan di Pemkot Tasikmalaya ini diisi orang-orang yang tidak benar,” ucapnya.
(Seda)


