GARUT,FOKUSJabar.id: Pemkab Garut Jawa Barat (Jabar) serius berupaya menekan angka pengangguran yang saat ini berada di angka 6,96 persen.
Berbagai strategi dilakukan oleh Pemkab Garut. Mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja hingga menarik investasi besar dijalankan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih luas.
BACA JUGA:
Tekan Pengangguran, Kemnaker Siap Latih Ribuan Warga Garut
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Garut, Muksin mengungkapkan, penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2025 telah mencapai angka 7.489 orang.
Angka tersebut diharapkan terus bertambah seiring gencarnya program yang dijalankan.
Muksin menekankan pentingnya peningkatan keterampilan tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Program pelatihan dilakukan melalui kolaborasi erat antara Pemkab Garut, Pemprov Jawa Barat dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
“Kami siap mendukung penuh pelatihan dari Kemnaker. Pelatihan tidak hanya difokuskan pada satu sektor. Namun mencakup bidang-bidang potensial seperti agroforestri, manufaktur, perhotelan, konten kreatif dan kewirausahaan,” ujar Muksin.
BACA JUGA:
Pemkab Garut Kirim 30 Petani Bawang Merah ke Brebes Jateng
Salah satu program unggulan yang diharapkan mampu menyerap pengangguran lokal adalah Diklat menjahit alas kaki.
Selain itu, Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) juga bersinergi untuk menyiapkan tenaga kerja siap pakai.
Sebelum penempatan, calon tenaga kerja juga dibekali pembekalan prapenempatan kerja yang mencakup soft skill, etika dan mental kerja.
Mendorong Investasi untuk Peluang Kerja Massal
Langkah strategis lainnya adalah dengan menjalin kolaborasi dengan perusahaan dan investor untuk membuka lapangan kerja berskala besar.
Pemkab Garut telah menjalin kerja sama dengan PT Changsin Reksajaya yang berpotensi membuka hingga 3 ribu peluang kerja.
BACA JUGA:
Pemkab Garut Tanam Jagung Serentak Kuartal IV di Banyuresmi
Selain itu, beberapa perusahaan manufaktur lain sedang dalam tahap pembangunan pabrik. seperti PT UNI yang diperkirakan mampu menyerap tenaga kerja hingga 10 ribu orang.
“Kami terus mendorong masuknya investor ke Garut. Selain sektor industri formal, kami juga membuka akses ke sektor informal seperti UMKM, pertanian, pariwisata dan peternakan agar peluang kerja lebih beragam dan luas,” jelas Muksin.
Untuk mencapai target tersebut, kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Provinsi serta penciptaan iklim investasi yang kondusif dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam upaya menciptakan lapangan kerja.
(Y.A. Supianto)


