spot_img
Kamis 25 Juli 2024
spot_img
More

    Petugas Keswan DKP3 Kota Tasikmalaya Datangi Sejumlah Tempat Pemotongan Hewan Kurban

    TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Guna memastikan daging kurban dalam kondisi sehat dan layak untuk dikonsumsi, Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat (Jabar), mendatangi sejumlah tempat pemotongan hewan kurban.

    Pantauan, Petugas dari DKP3 pun menyebar ke sejumlah titik-titik pemotongan hewan kurban baik di lingkungan DKM Masjid, perorangan maupun ke tempat lainnya yang sedang memotong hewan kurban pada hari raya idul Adha 1445 H tahun 2024 ini.

    Baca Juga: Plh Wali Kota Tasikmalaya Minta Tebarkan Nilai-nilai Sosial

    Seperti di DKM Masjid At-Tajdid Balewiwitan Kota Tasikmalaya, petugas Kesehatan Hewan (Keswan) dari DKP3 Kota Tasikmalaya, memeriksa daging sapi kurban yang baru saja di potong.

    “Hewan kurban yang sudah dipotong, dagingnya wajib mendapat pemeriksaan guna mengetahui kondisi dan keadaan struktur dagingnya. Apakah kondisinya sehat, tidak berpenyakit dan tidak terkena cacing hati,”ungkap Kepala Seksi Keswan DKP3 Kota Tasikmalaya drh. Siti Maemunahkepada wartawan Senin (17/06/24).

    Ia menjelaskan, walaupun sebelum penyembelihan, hewan kurban ini pun juga sudah melalui pemeriksaan fisik (ante mortem). Namun setelah disembelih untuk dibagi-bagikan dagingnya, ini juga perlu diperiksa.

    “Pemeriksaan hewan kurban usai pemotongan (post mortem), ini juga sangat penting. Guna memastikan kualitas dan kesehatan dagingnya, apakah benar-benar sehat tidak terkena penyakit sehingga sudah kayak untuk dikonsumsi,”ujarnya.

    Pemeriksaan Post Mortem DKP3 Kota Tasikmalaya

    drh. Aceu sapaan akrabnya menambahkan, pemeriksaan dalaman hewan atau post mortem, meliputi dagingnya dan hatinya. Termasuk usus dan lainnya, ini harus sehat, terbebas dari penyakit agar, saat dikonsumsi tidak menimbulkan gangguan kesehatan.

    “Jangan sampai daging dan unsur lainnya dari hewan kurban ini terdapat penyakit. Terlebih penyakit yang dapat menularkan penyakit saat dikonsumsi manusia, ini harus dihindari,”paparnya.

    Ia meminta, para panitia hewan, jika menemukan daging hewan berpenyakit seperti hatinya terkena cacing hati, segera musnahkan dengan cara membakar bagian tersebut.

    “Jika menemukan ada penyakit di daging dan di hati. Kemudian penyakit di organ lainnya dari hewan kurban, jangan dulu membagikannya ke warga. Segera musnahkan dengan dibakar,”pintanya.

    Dirinya pun mengaku, petugas Keswan DKP3 Kota Tasikmalaya terus melakukan pemeriksaan post mortem hewan-hewan kurban yang disembelih masyarakat.

    “Kita akan menyebar ke sejumlah titik-titik pemotongan hewan kurban yang dilakukan masyarakat. Untuk memeriksa demi memastikan daging kurban milik masyarakat memang sehat dan layak dikonsumsi seperti dibikin sate misalnya,”tandas drh Aceu.

    (Seda/Irfansyahriza)

    Berita Terbaru

    spot_img