spot_img
Jumat 17 Mei 2024
spot_img
More

    Kemungkinan Masa Darurat Sampah di Perpanjang, Pemkot Bandung Bakal Lakukan Langkah Kongkret

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana memperpanjang masa darurat sampah yang akan berakhir pada 25 Oktober 2023 mendatang.

    Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, rencana perpanjangan masa darurat sampah di Kota Bandung mesti dibarengi dengan upaya (effort) yang lebih luar biasa.

    BACA JUGA:

    PDIP Jabar Tidak Terpengaruh Manuver Gibran Sebagai Cawapres Prabowo

    “Saya optimis dengan berbagai metode yang telah dilakukan, kita bisa keluar dari masa darurat ini. Meskipun sudah berbagai upaya dilakukan, tetapi data kuantiitatifnya belum ada. Sehingga kita perlu melakukan langkah yang lebih konkret,”kata Bambang Selasa (24/10/2023).

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menjelaskan sejumlah upaya dan capaian Pemkot Bandung dalam penanganan darurat sampah.

    Ema menyebut, per 22 Oktober 2023, total sampah organik yang berhasil diolah sebesar 5,98 ton/hari. Sedangkan sampah anorganik sebesar 5,07 ton/hari.

    BACA JUGA:

    Event Setiap Akhir Pekan di Ciayumajakuning Strategi Ramaikan BIJB Kertajati

    Sementara itu, sampah residu yang berhasil diolah sebanyak 0,69 ton/hari. Sehingga jika ditotalkan, sekitar 11,74 ton sampah per hari berhasil diolah.

    “Meski belum signifikan, namun kami melihat ada progress,”katanya.

    Oleh karna itu, kedepanya upaya penanganan sampah di Kota Bandung akan diterapkan dengan pola cluster.

    Mulai dari cluster kantor pemerintahan, kantor non pemerintahan, pusat perbelanjaan, rumah ibadah, perhotelan, instansi pendidikan (sekolah dan kampus), dan beberapa cluster lainnya.

    Ema juga menyebut, per hari ini, telah ada 272 Kawasan Bebas Sampah (KBS) di Kota Bandung. Jumlah ini dipastikan terus bertambah, sebab upaya yang dilakukan Pemkot Bandung antara lain dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan sampah sejak di level rumah tangga.

    “Kami baru berkeliling ke 11 Kecamatan. Dan ini akan terus bertahap. Terkait penanganan berbasis cluster, perlu kami sampaikan dari 39 institusi pelayanan kesehatan, 15 di antaranya telah melaporkan bahwa mereka mengolah sampah secara mandiri,”ungkapnya.

    Ia berharap, dengan adanya sosialisasi penanganan sampah mandiri, akan terbangun kesadaran dari berbagai pihak untuk sama-sama mereduksi jumlah sampah ke TPA.

    “Timbunan sampah yang terbangun harian, akan berkurang jumlahnya kalau masyarakat mindsetnya sudah terbangun,”katanya.

    Perlu diketahui, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan Pemprov Jabar, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Lingkungan Hidup terkait sampai kapan masa perpanjangan darurat sampah akan berlaku.

    (Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

    Berita Terbaru

    spot_img