spot_img
Minggu 5 Februari 2023
spot_img
More

    5 Sikap Menunjukan Kamu Belum Dewasa

    BANDUNG,FOKUSJabar.id: Proses pendewasaan bagi setiap orang berbeda-beda, bahkan orang yang berumur lebih dari 20 tahun pun bisa meiliki sifat dan pemikiran yang belum dewasa.

    Setiap orang tentunya berusaha untuk memperbaiki diri agar menjadi pribadi lebih bak. Meski demikian, ada beberapa kebiasaan buruk yang tanpa disadari masih sering kita lakukan.

    Hal tersebut menjadi salah satu tanda bahwa seseorang belum bisa bersikap dewasa.

    Berikut 5 sikap menunjukan kalau kamu belum dewasa:

    1. Marah yang meluap-luap dan sering lepas kendali

    Ilustrasi. (web)

    Setiap orang pasti pernah marah, entah itu ke diri sendiri maupun orang lain. Karena sudah terlalu kesal, kadang tanpa disadari, kita meluapkan semua kesal dan amarah yang kita tampung selama ini. Hal tersebut sangat disayangkan karena tidak ada seorang pun yang layak menerima tumpahan emosi tersebut, termasuk diri isendiri.

    Untuk mengatasi hal ini, cobalah jujur terhadap diri sendiri tentang apa yang dirasakan. Menulis jurnal atau bercerita pada teman dekat bisa sangat membantu dalam mengolah perasaan. Menyimpannya sendiri dalam jangka panjang tidak baik bagi kesehatan jiwamu.

    2. Terjebak pada kesalahan di masa lalu dan kekhawatiran tentang masa depan

    Ilustrasi. (web)

    Ketika seseorang berbuat salah, hidupnya tidak lantas berakhir begitu saja. Ia masih punya kesempatan untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik. Menghabiskan waktu di masa lalu dan masa depan malah akan membuat masa kini menjadi terbuang sia-sia.

    BACA JUGA: 5 Efek Berhubungan Sex pada Janin, Ibu Harus Tau

    Terimalah kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu. Belajar dari pengalaman dan berusaha untuk perlahan-lahan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Rutin mempersiapkan masa depan agar kita bisa hapus kekhawatiran yang kita miliki.

    3. Lari dari tanggung jawab

    Seiring bertambahnya usia, kita akan memiliki lebih banyak tanggung jawab dari berbagai peran yang kita miliki. Ini dia salah satu proses pendewasaan tersebut. Seberat apapun beban yang kita pikul, lari dan lepas tanggung jawab jelas bukanlah sikap yang dewasa.

    Saat pekerjaan terasa menumpuk dari ragam peran yang kita mainkan, cobalah untuk membuat daftar pekerjaan. Urutkan dari tingkat kepentingan dan mulai kerjakan dari urutan teratas. Kita hanya perlu tahu apa yang kita kerjakan agar terbebas dari stress yang mengekang.

    4. Hanya memikirkan diri sendiri

    Saat masih anak-anak, mungkin kita terbiasa menjadi pusat perhatian sehingga kita merasa bahwa kitalah bintang utamanya. Memasuki usia-usia dewasa, kita pun mengerti bahwa kita adalah pemain pendukung di kehidupan orang lain. Bahkan, kita bisa jadi adalah seorang cameo saja.

    Hal tersebut adalah hal yang wajar sebab setiap kita memiliki jalan hidupnya sendiri. Meski demikian, perlu disadari bahwa kita perlu memikirkan orang lain. Sikap dan ucapan kita punya dampak untuk orang lain, maka pilihlah sikap dan ucapan yang sekiranya baik untuk mereka.

    5. Sering memotong pembicaraan orang lain

    Masih berkaitan dengan topik sebelumnya, beranjak dewasa, kita pun belajar untuk mendengarkan saat orang lain berbicara. Ada kepekaan yang tengah kita asah agar mampu mendengarkan dengan seksama dan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara. Memaksakan kehendak dengan memotong pembicaraan orang lain akan memberikan kita perhatian, namun dalam bentuk negatif.

    Ada lebih banyak hal yang kita dapatkan saat kita mendengarkan orang lain. Menahan hasrat untuk berbicara adalah salah satu cara menuju kesana. Bisa jadi kita terselamatkan dari ucapan yang sebenarnya tidak perlu untuk kita ucapkan.

    Proses pendewasaan makan waktu yang tidak sebentar. Namun, kalau kita senantiasa mengenali apa yang masih kurang dari diri sendiri, akan ada waktunya bagi kita untuk bertumbuh. Perlahan namun pasti, kita akan menjadi versi yang lebih baik dari diri kita kemarin.

    (Agung)

    Berita Terbaru

    spot_img