spot_img
Rabu 24 November 2021
spot_img
spot_img

Calender of event 2022, Disbudpar Kota Bandung Siapkan 78 Event

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung kembali meluncurkan Calender of event 2022 di Hotel el Royale Jalan  Merdeka Kota Bandung Jabar Rabu (24/11/2021).

Kepala Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, ada 78 event yang akan digelar di Calender of event 2022 nanti. Selain itu, pihaknya juga akan membagi dan membentuk Top Ten event.

“Jadi Pemerintah Kota Bandung melalui Disbudpar selalu meluncurkan kalender event tahunan untuk tahun berikutnya. Dan biasanya Kota Bandung ini sudah tiga tahun berturut-turut selalu paling awal di Indonesia yang melaunching kalender event tahuna. Yang sudah terkumpul itu ada 78 event. Nah kita akan bagi lagi dan nanti ada Top Ten nya. Jadi nanti 10 event sudah kita akurasi, dan sisanya akan tetap kita promosikan. Jadi yang 10 itu event besarnya,” kata Kenny saat ditemui di lokasi.

BACA JUGA: Ono Surono Soroti Kinerja KLHK di Tahun 2021

Namun, event Asia Afrika festival dan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) yang biasa dilaksankan secara meriah tidak akan dimasukkan kedalam Top Ten tahun 2022.

“Kalau misalnya kaya yang Asia Afrika (Asia Afrika Festival) dan HJKB itu tetap ada, tapi itu tidak masuk Top Ten. Tapi, justru yang baru-baru seperti Keukekun dan banyak ke lebih Ekonomi Kreatif selain Seni budaya. Jadi intinya Seni budaya dan Ekonomi Kreatif yang lebih mendominasi untuk tahun depan,” ucapnya.

Kenny mengungkapkan, dalam kalender 2022 nanti, pihaknya akan menggelar even secara online dan offline. Sebab, dikhawatirkan pada tahun 2022 nanti Pandemi COVID-19 masih terjadi.

“Jadi untuk di tahun depan itu diharapkan event-event yang bisa memberikan inovasi dan juga menyesuaikan dengan Pendemi ini. Dan kebanyakan mereka (Penyelenggara Event) mengunakan teknologi minimal Hybrid seperti online dan offline, dan online masih mendominasi karena kita tidak tahu tahun depan seperti apa,” kata dia.

Kenny menambahkan, untuk menggelar event secara offline, pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi penyebaran COVID-19 di Kota Bandung.

“Nanti disesuaikan dengan Pandemi ini. Jadi kalau misalnya tidak memungkinkan dilaksanakan kita akan pending dulu, atau misalnya dilaksanakan secara online 100 persen, kenapa tidak, sekarang kan sudah musim menggunakan green screen, atau teknologi dan sebaginya,” kata dia.

BACA JUGA: Vaksinasi Sudah 98 Persen Kota Bandung Masih Belum Level 1

(Yusuf Mugni/Anthika Asmara)

 

Artikel Lainnya

spot_img
spot_img