spot_img
Sabtu 16 Oktober 2021
spot_img
spot_img

Ini Alasan, Polres Tasikmalaya Bongkar 2 Makam di Desa Sukarapih

TASIKMALAYA,Fokusjabar.id: Dengan alasan untuk keperluan otopsi, jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya membongkar dua makam warga di Desa Sukarapih dan Desa Wargakerta Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/10/2021).

Dengan pengawalan ketat anggota kepolisian, otopsi dilakukan dengan melibatkan dokter forensik RS Polri Sartika Asih Bandung untuk mengungkap penyebab pasti kematian kedua orang warga Sukarame tersebut yakni Dadan (35) dan mertuanya Usup (70), yang pada Selasa (28/9/2021) lalu ditemukan tewas mengambang di atas kolam pembibitan ikan dan tertutup runtuhan atap saung kolam.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Hario Prasetyo Seno mengatakan, berawal adanya informasi masyarakat bahwa ada kejanggalan yang dirasakan pihak keluarga, atas kematian sang mantu dan mertuanya itu.

BACA JUGA: Pemuda Tasikmalaya Ingin Ganjar Pranowo Jadi Capres

“Kita resfon cepat informasi tersebut dan dengan menghadirkan dokter foreinsik kita pastikan penyebab kematian keduanya. Apakah ada indikasi peristiwan pidana atau murni musibah akibat tertimpa atap yang runtuh atau karena tersengat listrik,” kata Hario.

Kapolsek Sukarame, Ipda Hajar Supiar menjelaskan, otopsi dilakukan terkait dengan temuan meninggalnya dua warga di kolam pembibitan ikan pada pekan lalu. Awalnya keduanya diduga tertimpa bangunan saung. Namun pihak keluarga, ingin mengetahui lebih jelas penyebabnya.

“Kami berharap mudah-mudahan hasil otopsi ini bisa memperjelas penyebab kematian kedua orang tersebut. Kami juga menghaturkan terimakasih pada keluarga, tokoh masyarakat dan pemerintah desa, yang sama-sama mengawal ketertiban dan kelancaran proses otopsi ini. Selanjutnya kita tunggu hasil laporan dokter forensik,” kata Hajar.

Sementara itu, perwakilan keluarga korban Yana Suryana, menjelaskan, jika setelah posesi pemakaman kedua korban, pihak keluarga merasa ada kejanggalan.

Kejanggalan tersebut antara lain adanya bekas luka bakar seperti tersengat api di tangan sebelah kiri Dadan.

Kemudian lanjut dia, di tujuh korban Dadan ini tidak ditemukan luka lebam di bagian tubuh, layaknya orang yang tertimpa saung. “Korban tidak memiliki riwayat penyakit jantung,” kata dia.

Hal lain diutarakan tetangga korban, Oleh. Dia mengaku mendengar kabar mengejutkan yang membuat dugaan kejanggalan menguat di pihak keluarga.

Menurut kabar tersebut, bangunan saung di atas kolam itu diduga sengaja ada yang merobohkan untuk menutupi kematian kedua korban.

BACA JUGA: Polrestabes Bandung Terjunkan Anggota hingga Tingkat RT/RW

“Kami sangat menunggu hasil otopsi,” ucap dia.

(Farhan)

Artikel Lainnya

spot_img