spot_img
Minggu 19 Mei 2024
spot_img
More

    Dua Stasiun Ini Pakai Alat Tes GeNose Mulai Jumat 5 Februari

    YOGYAKARTA,FOKUSJabar.id: GeNose alat pendeteksi Covid-19 besutan Universitas Gadjah Mada (UGM) akan mulai digunakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero, besok Jumat (5/2/2021), sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah memberantas Covid-19.  

    Sebagai tahap awal PT KAI akan menerapkan GeNose di dua Stasiun yakni Stasiun Pasar Senen, Jakarta dan Stasiun Tugu, Yogyakarta.

    Tarif alat ini masih dalam masa ujicoba tersebut dikenai biaya 20.000, dengan cara pengecekannya yaitu melalui napas yang dikeluarkan.

    Baca Juga: Akurasi Rapid Test Antigen Buatan Unpad, CePAD Melebihi Standar WHO

    “Tarif yang dikenakan pada saat uji coba atau pre-launching ini adalah 20.000” kata Joni Martinus, VP Public Relations KAI, dalam keterangan tertulis, Rabu (3/2/2021).

    Lebih lanjut, Joni menuturkan, layanan alat tersebut merupakan hasil kerjasama antara BUMN KAI dan PT. Rajawali Nusantara Indonesia. (Persero) melalui induknya yaitu Rajawali Nusindo.

    “Dengan adanya layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun akan semakin meminimalisir penularan COVID-19. Sehingga, menjadikan moda transportasi Kereta Api yang makin nyaman aman dan sehat,” ucap Joni.

    Sementara itu, Catatan Informasi hasil penelitian GeNose Test yang menyatakan negatif COVID-19 bisa menjadi rujukan perjalanan pelanggan kereta jarak jauh seperti Rapid Test Antigen atau RT-PCR, seperti dilansir Detik.

    Aturan tersebut sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian dalam masa Pandemi COVID-19.

    Baca Juga: Studi Baru: Antibodi Covid-19 Didapatkan Bayi di Dalam Kandungan

    Surat keterangan hasil negatif COVID-19 dari pemeriksaan GeNose Test atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR tersebut, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3×24 jam sebelum jam keberangkatan. Persyaratan tersebut tidak diwajibkan bagi pelanggan yang berusia di bawah 12 tahun. Seperti dilansir detik, penulis Anisa Indriani (aid/ara).

    Apa itu GeNose?

    Genose
    GeNose (UGM)

    sementara itu, melansir Klikdokter, Seperti dikutip dari situs resmi UGM, GeNose adalah alat yang diciptakan untuk mendeteksi serta menyatakan apakah seseorang terinfeksi coronavirus atau tidak. Alat ini bekerja dengan mengambil sampel dari embusan napas.

    Diklaim dapat bekerja secara cepat dan akurat dalam melakukan cek VOC (Volatile Organic Compound) yang terbentuk karena infeksi corona.

    Setelah napas seseorang di cek, sensor-sensor alat ini akan mendeteksinya, Kemudian, data yang didapat akan diolah oleh artificial intelligence (kecerdasan buatan) untuk pendeteksian serta pengambilan keputusan.

    Keunggulan GeNose

    GeNose
    GeNose (Web)

    GeNose, memikiki desain yang sangat handy atau mudah digenggam. Alat ini diklaim mudah digunakan secara efisien dan mandiri.

    Terhubung dengan sistem cloud computing agar mendapat hasil diagnosis yang real time. Alat buatan UGM juga diklaim mampu bekerja paralel melalui proses diagnosis yang terpusat di dalam sistem. Validitas data pun dapat terjaga.

    Data yang terkumpul ini bisa dimanfaatkan untuk pemetaan, pelacakan dan pemantauan penyebaran pandemi.

    Baca Juga: Virus Nipah, Fakta-fakta yang Harus Diketahui dan Diwaspadai Pandemi Baru di Asia

    Sampai saat ini, uji profiling alat ini sudah dilakukan dengan memakai 600 sampel data valid di RS Bhayangkara dan RS Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro, Yogyakarta.

    Hasilnya yang didapat cukup menggembirakan. Peneliti mengatakan, hasil menunjukkan tingkat akurasi yang tinggi, yakni 97 persen. Akan melalui uji klinis yang dilakukan bertahap dan tersebar di sejumlah rumah sakit. Dilansir Klikdokter, penulis Krisna Octavianus Dwiputra.

    (Fauza/Erwin)

    Berita Terbaru

    spot_img