spot_img
Senin 24 Juni 2024
spot_img
More

    Virus Nipah, Fakta-fakta yang Harus Diketahui dan Diwaspadai Pandemi Baru di Asia

    JAKARTA,FOKUSJabar.id: Pandemi Covid-19 belum selesai, kini dikhawatirkan para ilmuwan adanya virus baru yakni virus Nipah yang dapat menjadi pandemi baru di Asia. Para ahli Thailand di Red Cross Emerging Infectious Disease-Health Science Center saat ini sedang meneliti dan mempelajari potensi seberapa besar virus tersebut dapat menjadi pandemi berikutnya di Asia.

    Hasil analisa dari sampel spesies termasuk kelelawar, ditemukan bahwa kelelawar dapat memicu ancaman pandemi baru virus Nipah, seperti Covid-19. Kisaran 40 hingga 70 persen tingkat kematian akibat virus ini telah dilaporkan.

    “Sangat mengkhawatirkan dikarenakan belum ada obat dan tingkat kematian yang tinggi akibat virus ini,” katanya dikutip dari BBC, seperti dilansir detikhealth.

    Menurut WHO virus Nipah termasuk kedalam 10 besar daftar soal tinjauan setiap petogen yang memicu kedaruratan kesehatan masyarakat.

    virus nipah
    Ilustrasi (Web)

    Baca Juga: Heboh, Mesum di Tempat Umum Dua Pasang Sejoli Di Tasikmalaya Terekam CCTV

    Berikut fakta-fakta yang harus diketahui mengenai virus Nipah:

    1. Gejala Virus Nipah

    Virus Nipah pernah terjadi di Negara Malaysia tahun 1998 dan Negara India pada 2018 lampau. Wabah ini sempat menyebar di Negara Singapura setidaknya 100 orang meninggal dunia, dikutip dari laman resmi WHO.

    Umumnya gejala virus Nipah muncul 4-14 hari setelah terinfiksi virus. Gejala awal yang muncul termasuk sakit kepala dan demam hal ini bisa berlansung 3-14 hari.

    Dalam beberapa kasus gejala virus ini dapat memburuk sampai pasien mengalami koma dalam waktu 24-48 jam.

    Dikutip dari laman resmi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (AS), diterangkan beberapa gejala Virus ini:

    Gejala ringan:

    – Demam
    – Sakit kepala
    – Batuk
    – Sakit tenggorokan
    – Muntah

    Gejala parah:

    – Sulit bernapas
    – Kejang
    – Koma
    – Pembengkakan otak (ensefalitis)
    – Kematian

    2. Penularan virus Nipah

    Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa seseorang dapat tertular viru Nipah dari cairan seperti urin, darah dan air liur hewan yang terpapar virus ini. Juga, terbuka kemungkinan penularan virus Nipah dapat terjadi antar manusia seperti kasus yang telah dilaporkan antara perawat pasien yang terpapar dan pihak yang terpapar.

    “Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, seperti babi atau kelelawar, atau cairan tubuh mereka,” ungkap CDC.

    Selain itu, dapat juga ditularkan dari makanan yang terkontaminasi cairan dari hewan yang terinfeksi. Seperti buah-buahan atau kurma yang terkena air seni atau air liur kelelawar pembawa virus ini.

    “Beberapa kasus infeksi NiV juga dilaporkan terjadi pada orang yang memanjat pohon tempat kelelawar sering bertengger,” kata ungkap CDC.

    3. Belum ada obat untuk Virus Nipah

    Perawatan untuk pasien saat ini hanya sebatas untuk meredakan gejala yang muncul, belum ada obat resmi yang spesifik ditujukan untuk seseorang yang terpapar.

    CDC mengatakan, perawatan imunoterapi sedang dikembangkan dan dievaluasi untuk pengobatan pasien. Remdesivir disebut memiliki kemungkinan efektif bekerja pada pasien dan dilengkapi dengan pengobatan imunoterapi.

    Obat Ribavirin juga digunakan untuk sejumlah pasien pada awal virus ini menyebar di Malaysia, namun seberapa manjur obat tersebut masih belum jelas.

    Cara Mencegah serta dari mana asal nama virus tersebut?

    4. Cara mencegah virus Nipah

    CDC menyarankan sebisa mungkin rutin mencuci tangan dengan sabun dan air, tidak jauh beda dengan cara pencegahan dari COVID-19. Ada beberapa yang perludilakukan lebih spesifik sebagai berikut:

    – Hindari area tempat kelelawar biasanya bertengger
    – Hindari konsumsi buah-buahan yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar
    – Hindari konsumsi kurma mentah
    – Mencuci tangan teratur dengan sabun dan air
    – Hindari kontak dengan darah atau cairan tubuh siapa pun yang diketahui terinfeksi NiV
    – Hindari kontak dengan kelelawar atau babi yang sakit

    5. Asal nama virus Nipah

    Asal nama virus Nipah diambil dari kasus pertama yang terjadi di Malaysia 1998 lampau. Virus ini ditemukan di Kampung Sungai Nipah, Malaysia dan ditularkan oleh kelelawar.

    Merupakan jenis virus RNA serta bagian dari keluarga Paramyxodivae, salah satu patogen penyakit zoonotik (yang bersumber dari hewan) yang berbahaya. Mudah menular ke hewan, terutama babi di peternakan. Kontak dengan kelelawar serta babi yang tertular dapat menyebabkan infeksi dan tertular virus ini.

    (Erwin)

    Berita Terbaru

    spot_img