spot_imgspot_img
Jumat 31 Juli 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ironis! Destinasi Wisata Religi Terkenal di Tasikmalaya Masih Bergulat dengan Gunungan Sampah

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wisata religi Makam Keramat Syekh H. Abdul Muhyi di Desa Pamijahan Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya selalu menyedot jutaan peziarah. Kendati mendatangkan berkah ekonomi, kawasan ini terus terjerat masalah klasik berupa gunungan sampah dan kemacetan.

Kasepuhan Makam Keramat KH. Endang Ajidin mengungkapkan keprihatinan mendalam atas persoalan sampah yang menahun tersebut.

Baca Juga: Yonif TP 939/Macan Putih Persembahkan Air Kehidupan di Tasikmalaya

Ia menyebut penanganan sampah tidak pernah tuntas meski kepemimpinan daerah sudah berganti berkali-kali.

“Mulai dari era Bupati Tatang Farhanul Hakim, Uu Ruzhanul Ulum, Ade Sugianto, hingga Bupati saat ini Cecep Nurul Yakin, upaya penanganan sampah terus dilakukan. Namun belum juga tuntas,” ujar KH. Endang, Jumat (31/7/2026).

Bahkan pergantian Gubernur Jawa Barat dari Ahmad Heryawan, Ridwan Kamil, hingga Dedi Mulyadi belum menghadirkan solusi konkret.

Ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memicu penumpukan puluhan ton sampah setiap bulannya di Pamijahan.

Sebagian limbah tersebut kini mulai mencemari aliran Sungai Cilangla yang melintasi permukiman warga setempat.

“Diakui kesadaran membuang sampah pada tempatnya bagi sebagian warga juga belum tumbuh baik, dan upaya Pemerintah Desa belum maksimal. Saat ini, pembuangan akhir terpaksa mengandalkan tanah milik pribadi dengan sistem sewa,” imbuh KH. Endang.

Sekretaris Desa Pamijahan Olih Solihudin membenarkan bahwa desanya belum memiliki TPA permanen hingga kini.

Rencana pembangunan TPA di Kampung Bojong sempat batal akibat penolakan dari warga Kampung Parungpung.

Tokoh muda setempat Asep Saepul Ulum menilai masalah ini terlalu berat jika hanya dibebankan kepada pihak desa.

Ia mendesak Pemerintah Pusat serta Pemkab Tasikmalaya turun tangan mengatasi darurat sampah dan menyelamatkan sungai.

“Kompleksitasnya sangat tinggi karena peziarah datang dari luar daerah hingga Malaysia. Kami sangat berharap Pemerintah Pusat dan Pemkab Tasikmalaya bisa turun tangan secara komprehensif, baik untuk penanganan sampah, solusi TPA, maupun penyelamatan Sungai Cilangla,” tegas Asep.

(Abdul Latif)

spot_img

Berita Terbaru