spot_img
Selasa 13 Januari 2026
spot_img

Mahasiswa PGMI-IAID Ciamis Harus jadi Agen Perubahan Protokol Kesehatan Covid-19

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat (Jabar), Tatang meminta kepada mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Darusallam (PGMI-IAID) menjadi agen perubahan protokol kesehatan di masa pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Menurut Tatang, sebagai mahasiswa program studi guru Madrasah Ibtidaiyah tentunya sangat bersentuhan sekali dengan masyarakat ataupun anak didik di sekolah.

“Mahasiswa PGMI kan ada juga yang menjadi honorer di sekolah sehingga bisa menyampaikan bagaimana menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” katanya.

Baca Juga: Gegara Ini, Kasus Covid-19 di Kota Banjar Meroket

Tatang mengatakan, dengan menjadi agen perubahan perilaku ditengah masyarakat ataupun di tempat mereka mengaplikasikan ilmunya diharapkan masyarakat bisa mencontoh para mahasiswa PGMI-IAID dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Dengan memberikan contoh melaksanakan PHBS ditengah masyarakat, para mahasiswa sudah menjadi agen perubahan penanggulangan Covid-19,” jelasnya.

Tatang menambahkan, dalam mencegah penyebaran virus Corona, masyarakat harus menjalankan 3M (Memakai Masker, Mencuci tangan diair mengalir dengan menggunakan sabun dan Menjaga jarak).

Ketua Prodi PGMI-IAID Ciamis, Ujang Endang mengatakan, Dies Natalis ke-9 yang dilaksanakan merupakan ajang pencarian talenta-talenta berbakat dibidang seni, tari, drama dan budaya tradisional dari para mahasiswa.

“Kegiatan ini untuk mencari talenta-talenta mahasiswa yang berbakat yang bisa dikembangkan selain akademik,” jelasnya.

Ujang menambahkan, dengan mempunyai talenta kesenian tradisional dan mengaplikasikanya didunia pendidikan maka kesenian tradisional khusus seni Sunda akan tetap lestari.

“Seni tradisional akan tetap lestari karena mereka mentransfer ilmunya kepada anak didiknya,” unkap dia.

(Husen Maharaja/Bambang)

spot_img

Berita Terbaru