Jumat 2 Oktober 2020

Kasus DBD Kota Tasikmalaya Tinggi, Kemenkes Turun Tangan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan RI meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya agar lebih serius lagi dalam melakukan upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya segera bergerak cepat untuk mengambil langkah-langkah dalam pencegahan dan penanganan kasus DBD pasalnya, kasus DBD di Kota Tasikmalaya tertinggi di indonesia,” kata Kasubid DIT P2PML Kementerian Kesehatan RI dr. Tiffany Tiara Pakasi saat kunjungan kerja ke Balekota Tasikmalaya, Rabu (16/09/2020).

Dia mengatakan, kedatangannya ke Kota Tasikmalaya untuk memfasilitasi dan asistensi terkait kejadian ini, agar kasus DBD tidak semakin memburuk, Pihaknya siap membantu, agar kasus DBD di Kota Tasikmalaya mampu diatasi serta berhasil dikendalikan agar kasus dan kematian tidak ada lagi. 

Jumlah kematian akibat DBD di Kota Tasikmalaya sampai saat ini termasuk tertinggi secara nasional, sehingga harus mendapat perhatian serius dari semua pihak agar angka kematiannya tidak bertambah lagi.

“Jumlah kasus mencapai 1.294 kasus, dengan jumlah kematian ada 20 orang, ini masuk tertinggi di indonesia,” kata Tiara Pakasi.

BACA JUGA: Covid-19 Terus Meningkat, Kota Tasikmalaya Pertimbangkan Pemberlakuan PSBB

Menurutnya, tingginya kasus kematian DBD di wilayah Kota Tasikmalaya harus disikapi dari pola pencegahan dan penanganan kasusnya, pencegahan kasus DBD ini kuncinya ada di semua elemen masyarakat, artinya adanya kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pemberantasan sarang nyamuk (PSN) diantaranya 3 M (mengurus,menutup serta mendaur ulang).

“Pemerintah bersama masyarakat harus fokus dalam gerakan PSN, dan ini wajib dilakukan secara serentak dan kontinyu, sehingga diperlukan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam pencegahannya,” kata dia..

Lebih lanjut dijelaskan, langkah penanganan DBD yang telah dilakukan pemerintah Kota Tasikmalaya sudah cukup baik dan sepanjang bulan Agustus lalu, kasusnya sudah menurun.

“Alhamdulillah, kasusnya sudah mulai turun, namun penanganannya harus terus dioptimalkan, kalau upayanya terus ditingkatkan, saya yakin dan optimis kasus DBD di Kota Tasikmalaya terus menurun, dan perlu dukungan penuh dari masyarakat,” kata dia.

(Seda/Antik)

Artikel Lainnya

Ingin Tahu Rahasia Promosi? Ikut Bincang Bisnis Bank bjb, Gratis!

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb menghadirkan diskusi virtual dengan tema "Membuat...

Pemkab Tasikmalaya Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Pontren

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, meminta kepada seluruh pimpinan pondok pesantren (Pontren) untuk menyiapkan ruang isolasi khusus bagi santri yang...

Pelatih Persib Kecewa Liga 1 Tidak Diizinkan Digelar

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, memberikan komentar mengenai tidak adanya izin keramaian dari Kepolisian untuk lanjutan Liga 1 dan Liga 2 2020. Tidak...

Kredit Bank bjb Mesra Kuatkan UMKM di Jawa Barat

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kredit Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra) yang merupakan program hasil kolaborasi bank bjb dan Pemerintah rovinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan menjadi salah satu...

Mayat Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Citanduy

BANJAR,FOKUSJabar.id: Warga Banjar, Jabar, Abdul Kardi (64) temukan sosok mayat laki-laki mengapung di Sungai Citanduy, tepatnya di Lingkungan Cikadu, Kelurahan Karang Panimbal, Minggu (27/9/2020)...

Pemkab Tasikmalaya Antisipasi Penyebaran Covid-19 di Pontren

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, meminta kepada seluruh pimpinan pondok pesantren (Pontren) untuk menyiapkan ruang isolasi khusus bagi santri yang...

Batal Pensiun, Valentino Rossi Akan Bela Tim Satelit di MotoGP 2021

SPANYOL,FOKUSJabar.id: Kharisma seorang Valentino Rossi nampaknya masih belum pudar di kancah balapan MotoGP meski performanya di musim ini tidak terlalu bagus. Sempat menyatakan pensiun...