Jumat 25 September 2020

Ketua Kadin Jabar Sebut Muprovlub Purwakarta Ilegal

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Kekisruhan ditubuh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Barat terus berlanjut, kali ini Penyelenggaraan musyawarah provinsi luar biasa (Muprovlub) Kadin Jawa Barat di Purwakarta dianggap ilegal.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Tatan Pria Sudjana mengatakan, dengan produk yang dihasilkan Muprovlub di Purwakarta dengan terpilihanya Cucu Sutara sebagai Ketua Umum Kadin yang baru dianggap kudeta atas kepemimpinan Ketua Umum Tatan Pria Sudjana.

“Itu kudeta karena muprovlub dilakukan secara illegal. Penyelenggaraannya tidak sesuaiAD/ART, dan peserta yang hadir justru yang sudah diberhentikan dari kepengurusan,” kata Tatan dalam keterangan resmi Jumat (11/9/2020).

Dia menjelaskan, penyelenggaraan Muprovlub di Purwakarta telah melanggar pasal 26 AD, yang menjelaskan Musprovlub diselenggarakan untuk meminta pertanggungjawaban Dewan Pengurus mengenai pelanggaran-pelanggaran prinsip atas AD/ART dan atau penyelewengan keuangan dan perbendaharaan organisasi oleh Dewan Pengurus.

“Saya mempertanyakan penglanggaran yang menjadi dasar penyelenggaraan Muprovlub Purwakarta. Aapa kesalahan dan penyelewengan yang dilakukan dewan pungurus kadi n Jabar, selama ini organisasi berjalan dengan baik sesuai dengan AD/RT,” katanya.

BACA JUGA: Ketua Kadin Jawa Barat Tegas Tolak SK Pembekuan 8 Pengurus

Lebih lenjut penyelenggaraan Muprovlub Purwakarta itu bukan anggota atau pengurus akan tetapi itu adalah oknum yang telah diberhentikan dan dibekukan.

“Muptovlub Purwakata kami pastikan Ilegal karena diselenggarakan oleh anggota yang sudah diberhentikan,” kata Tatan.

Tatan menjelaskan, polemik yang terjadi diciptakan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Cucu Sutara. Cucu disebut Tatan menggerakkan pengurus daerah untuk menggulingkan dirinya sebagai Ketua Umum Kadin Jabar. Cucu sendiri telah diberhentikan sebelum penyelenggaraan Muprovlub.

Ketum Kadin hasil Musyawarah Provinsi di Cirebon ini mengungkapkan, awal mula terjadinya riak organisasi setelah ia mengadukan seorang pengurus ke kepolisian karena melakukan pencemaran nama baik. Dari hasil pemeriksaan terungkaplah bahwa telah terjadi pembusukan terhadap pribadinya selaku Ketua oleh beberapa oknum yang sekarang telah diberhentikan.

“Jadi ini karena masalah pribadi oknum tersebut yang kemudian menyeret Kadin Jabar. Ini sungguh ironis. Saat kami membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19, terjadi kegaduhan dan polemik yang kontraproduktif terhadap pemulihan ekonomi,” kata Tatan.

(Antik)

Artikel Lainnya

Penutupan Jalan Picu Gejolak Pedagang Pasar Baru

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Penutupan lima ruas jalan protokol di Kota Bandung...

Wow! Irish Bella dan Ammar Zoni Melahirkan Anak Pertama

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan Irish Bella dan Ammar Zoni tengah diselimuti kebahagian. Bella baru saja melahirkan anak pertamanya, Jumat (18/9/2020). Irish Bella membagi kabar gembira itu lewat...

Viral! Foto X-ray Wanita dengan Ratusan Susuk

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Selebgram Tasqia Alifa Syabira mendadak jadi perbincangan netizen, setelah mengungga foto x-ray susuk seorang wanita usia 55 tahun yang berjumlah ratusan. "Pasien wanita usia...

Genjot Perekonomian, Bank bjb Jalin Kerja Sama dengan Bank Mantap

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Bank bjb semakin gencar mendorong laju perekonomian semakin. Langkah tersebut tercermin melalui kerja sama penyaluran Kredit Term Loan Facility senilai Rp500 miliar dengan...

Ribuan Rutilahu di Ciamis Segera Diperbaiki

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis, Jabar melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) segera merehabilitasi ribuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Menurut...

PSBM Tetap Diberlakukan di Cimahi

CIMAHI,FOKUSJabar.id: Kota Cimahi tetap berlakukan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) meski wilayah itu sudah bertatus zona orange. Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengataka bahwa...

Diserang Covid-19 Dua Puskesmas di Banjar Ditutup

BANJAR,FOKUSJabar.id: Dua BLUD Puskesmas di Kota Banjar ditutup sementara. Penutupan itu menyusul adanya tenaga kesehatan di Puskesmas tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19. Kedua BLUD itu, yakni...