BANDUNG, FOKUSJabar.id: Digelar pada masa pandemi Covid-19, pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 pun tidak terlepas dari penerapan standar protokol kesehatan. Seperti yang diterapkan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan ujian.
Direktorat Akademik UPI. Dr. rer.nat Asep Supriatna, M.Si menuturkan, penerapan standar protokol kesehatan dalam pelaksanaan UTBK-SBMPTN di UPI mengikuti aturan dan ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung. Selain itu, pihaknya pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan koramil setempat.
“Kita berupaya keras melakukan yang terbaik bagi masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan ujian ini. Penerapan protokol kesehatan bertujuan melindungi sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan semua pihak serta mencegah penyebaran Covid-19,” ujar Asep saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (7/7/2020).
BACA JUGA: 15.249 Orang Ikuti UTBK SBMPTN 2020 di UPI
Protokol kesehatan yang diterapkan, lanjutnya, diantaranya dengan membatasi kapasitas peserta ujian di setiap ruang pada setiap sesi. Seperti diketahui, pelaksanaan UTBK-SBMPTN 2020 digelar dalam dua tahap yakni tanggal 5-14 Juli 2020 dan 20-29 Juli 2020. Dari setiap tahap tersebut, pelaksanaan ujian dibagi dalam dua sesi setiap harinya yakni pukul 09.00-11.15 WIB dan 14.00-16.15 WIB.
“Misal di UPI Bumi Siliwangi yang di setiap sesi jumlah peserta ujian sebanyak 465 orang dan ditampung di 40 ruangan. Jadi rata-rata di satu ruangan itu diisi oleh 10 sampai 11 orang. Ini upaya kita untuk menerapkan aturan social distancing maupun physical distancing,” terangnya.
Selain itu, pihaknya sudah mengimbau setiap peserta untuk melakukan protokol kesehatan sejak dari rumah. Mulai dari sarapan, memakai masker, membawa hand sanitizer, obat-obatan ringan, hingga anjuran untuk tidak transit ditempat lain selain lokasi UTBK.
“Kita pun sudah melakukan penyemprotan disinfektan di setiap ruangan yang akan dipakai, termasuk meja dan kursinya. Begitu juga dalam hal pengaturan sirkulasi udara atau AC,” tambahnya.
Saat peserta tiba di lokasi UTBK, Asep mengaku jika setiap peserta harus berbaris dengan jarak minimal 1,5 meter. Selain itu, peserta UTBK pun melakukan cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, mengenakan masker, serta masuk ke chamber nano handsanitizer dengan membawa tas dan alat tulis sebelum masuk ke dalam ruangan.
“Prosedur ini pun kembali dilakukan setelah mereka selesai melakukan ujian. Kita pun sudah menyiapkan ruang isolasi jika ada hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Tak hanya prosedur protokol kesehatan, Asep pun menyebut jika pihaknya menggelar rapid test terhadap peserta maupun panitia pelaksana. Rapid test dilakukan setelah peserta melaksanakan ujian pada Selasa (7/7/2020).
“Rapid test bersifat sampling dari yang sudah menjalani ujian. Jumlahnya sebanyak 164 orang yang terdiri dari 119 peserta dan 45 orang panitia pelaksana. Dan rapid test ini dilakukan oleh tim Dinkes Provisi Jawa Barat,” tegasnya.
Sementara salah seorang peserta M Faizal Pratama mengapresiasi penerapan protokol kesehatan serta rapid test yang digelar. Pasalnya, pelaksanaan UTBK-SBMPTN tahun 2020 digelar ditengah pandemi Covid-19.
“Saya baru pertama kali mengaikui rapid test dan ini jadi keuntungan bagi kami para peserta karena memberi rasa aman dan nyaman saat menjalani ujian, ujar peserta asal SMA Negeri 1 Cililin tersebut.
Bakal calon mahasiswa yang mendaftar ke Jurusan Ilmu Pemerintahan, Universitas Padjajaran (Unpad) ini mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan sejak dari rumah sesuai anjuran panitia. Termasuk penerapan protokol kesehatan di lokasi UTBK yakni UPI yang cukup ketat.
“Tidak terganggu juga dengan hal ini. Ton ini untuk kebaikan saya dan peserta UTBK lainnya juga,” pungkas Faizal.
(ars)


